Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Tokoh Lintas Agama Sepakat Ambil Peran
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tokoh lintas Agama di Bali sepakat untuk mengambil peran dalam menghindarkan terjadinya stigma dan diskriminasi pada proses pemakaman jenazah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Bali. Kesepakatan ini tercapai dalam Dialog Lintas Agama Dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Denpasar, Kamis (27/8).
Para tokoh lintas agama berpandangan masih terdapat masyarakat yang cukup ketakutan ketika terlibat dalam proses pemakaman jenazah odha, terutama saat pemandian jenazah.
Koordinator Pengelola Program Komisi penanggulangan AIDS (KPA) Bali Yahya Anzhori menyebutkan tokoh lintas agama memiliki peran penting untuk menyadarkan masyarakat guna menghidari terjadinnya diskriminasi pada jenazah ODHA.
Menurut Yahya Anzhori secara medis jenasah odha tidak akan menularkan HIV/AIDS, sebab beberapa jam setelah odha meninggal, virus dalam tubuh odha juga akan mati.
”Mayat itu tidak menularkan, karena setelah 3-4 jam, sebuah teori menyatakan HIV dalam tubuh si mayat itu sudah tidak ada,” jelas Yahya Anshori.
Koordinator Pengelola Program KPA Bali Yahya Anzhori menambahkan pada dasarnya untuk menghindari diskriminasi dalam penanganan jenazah odha tidak memerlukan semacam payung hukum khusus, sebab sudah cukup banyak aturan yang dapat dijadikan pedoman.
Sementara berdasarkan data KPA Bali jumlah kasus HIV/AIDS di Bali hingga Mei 2009 mencapai 2829 kasus. Dari jumlah tersebut 64, 69% penularannya melalui heteroseksual dan 5, 48% melalui biseksual. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3864 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1819 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang