Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Tokoh Lintas Agama Sepakat Ambil Peran
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tokoh lintas Agama di Bali sepakat untuk mengambil peran dalam menghindarkan terjadinya stigma dan diskriminasi pada proses pemakaman jenazah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Bali. Kesepakatan ini tercapai dalam Dialog Lintas Agama Dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Denpasar, Kamis (27/8).
Para tokoh lintas agama berpandangan masih terdapat masyarakat yang cukup ketakutan ketika terlibat dalam proses pemakaman jenazah odha, terutama saat pemandian jenazah.
Koordinator Pengelola Program Komisi penanggulangan AIDS (KPA) Bali Yahya Anzhori menyebutkan tokoh lintas agama memiliki peran penting untuk menyadarkan masyarakat guna menghidari terjadinnya diskriminasi pada jenazah ODHA.
Menurut Yahya Anzhori secara medis jenasah odha tidak akan menularkan HIV/AIDS, sebab beberapa jam setelah odha meninggal, virus dalam tubuh odha juga akan mati.
”Mayat itu tidak menularkan, karena setelah 3-4 jam, sebuah teori menyatakan HIV dalam tubuh si mayat itu sudah tidak ada,” jelas Yahya Anshori.
Koordinator Pengelola Program KPA Bali Yahya Anzhori menambahkan pada dasarnya untuk menghindari diskriminasi dalam penanganan jenazah odha tidak memerlukan semacam payung hukum khusus, sebab sudah cukup banyak aturan yang dapat dijadikan pedoman.
Sementara berdasarkan data KPA Bali jumlah kasus HIV/AIDS di Bali hingga Mei 2009 mencapai 2829 kasus. Dari jumlah tersebut 64, 69% penularannya melalui heteroseksual dan 5, 48% melalui biseksual. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan