Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Satu Lagi Korban Rabies Meninggal

Beritabali.com, Denbatas

Minggu, 6 September 2009, 18:51 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Satu lagi korban digigit anjing rabies berjatuhan di Tabanan. Korban ke dua masih dari wilayah yang sama yakni Desa Buahan, Kecamatan Tabanan. Adalah Ni Kadek Dewi Kartika Sari (24) meninggal dunia Minggu (6/9).



Meninggalnya Dewi Kartika Sari membuat kerabatnya sedih karena kehilangan salah satu anggota keluarganya. Selain kesedihan menyelimuti, kerabat korban juga kecewa dengan pelayanan RSUD Tabanan.



Pasalnya menurut suami korban Agus Eka Adnyana (26), setelah istrinya (korban) digigit anjing tanggal 23 Juli lalu di depan Balai Banjar Bakisan, Desa Denbantas. Ia langsung melarikan istrinya ke RSUD Tabanan.

Sampai di RSUD Tabanan, istrinya yang menderita luka robek di bagian betis kaki kiri hanya dijarit oleh petugas rumah sakit. Petugas Rumah Sakit kemudian memperbolehkan istrinya pulang. Namun dua hari kemudian, kaki istrinya (korban) tambah membengkak yang disertai rasa sakit yang luar biasa.

Agus kembali membawa istrinya ke Rumah Sakit Tabanan, tiba di RS istrinya hanya diperiksa pada jaritan luka bekas digigit anjing kemudian diperbolehkan pulang.



Karena tidak puas dengan pelayanan Rumah Sakit, Agus kemudian mengatarkan istrinya berobat di tempat dokter yang membuka praktek di Desa Meliling, Kerambitan.

Karena merasa baikan mendapatkan pengobatan di dokter tersebut. Istrinya mulai dalam kondisi membaik. Tak beselang lama, sakit yang diderita istri Agus kembali kambuh dan kembali berobat di dokter tersebut. Istri korban diduga mengidap penyakit tipus.

Kondisi terparah yang dialami istrinya yakni tanggal 2 September 2009 lalu. Agus lalu mengantar ke BRSUD Tabanan. Namun, tidak mendapat pengobatan berarti. Korban kembali dipulangkan. Malam harinya, korban kembali meronta kesakitan, dan kembali diajak ke BRSUD Tabanan.

Lagi-lagi, korban tidak mendapat pelayanan yang memuaskan. Korban meraung kesakitan, sekitar pukul 03.00 dinihari, merasakan sakit di perutnya. Agus sempat komplain, namun tak juga mendapat pemeriksaan dokter.



Sampai akhirnya, 3 September pagi, setelah mendapatkan pemeriksaan dokter, istrinya dirujuk ke RSUP Sanglah. Agus mengaku sempat mendapatkan VAR (vaksin anti rabies) selama dua kali di RSUP Sanglah. “namun semua itu sia-sia, istri saya keburu dipanggil Tuhan, tadi siang,” jelasnya lirih. (nod)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami