Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Polhut Sita Belasan Satwa Langka

Beritabali.com, Denpasar

Sabtu, 3 Oktober 2009, 00:37 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berhasil menggagalkan penyelundupan belasan satwa langka yang dilindungi.

Belasan satwa yang hendak dikirim ke Jepang ini berupa burung elang sebanyak 12 ekor, burung hantu sebanyak 3 ekor dan seekor musang laut. Dalam hal ini, empat orang yang diduga pelaku, sudah diamankan.

Menurut Komandan Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC), Made Astra Wijaya, Jumat (2/10) mengatakan, empat pelaku ini merupakan seorang penjual, seorang pemilik barang, dan dua kurir asal pulau Jawa.

Mereka ditangkap di sebuah tempat kos di Jalan Pulau Adi VI No. 21 C, Denpasar.

Penangkapan empat pelaku berikut belasan satwa berkat laporan dari masyarakat karena adanya penyelundupan satwa langka.

Petugas terbagi dua bangian, satu menjaga di bandara Tuban, karena ada informasi satwa satwa itu akan dibawa ke Jepang. Petugas lainnya menyanggong Pelabuhan Gilimanuk.

Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan melakukan lidik. Pengawasan di Bandara Ngurah Rai pun diintensifkan. Begitu juga anggota lainnya mencari informasi di lapangan.

Dari hasil penyanggongan itu, petugas mendapati Lukman yang sedang menumpang truk dan satwa langka.

Petugas tidak langsung menangkap, tapi mengikuti hingga tiba di Jalan Pulau Adi 6/21C Denpasar.

Di sanalah petugas langsung menangkap dan menemukan belasan satwa yang dilindungi pemerintah.

Dari hasil penyelidikan, Lukman hanyalah seorang kurir sedangkan pemilik sah adalah Tolib. Dari pengakuan Lukman,

Tolib sedang menuju Denpasar dengan membawa 2 ekor burung hantu. Setelah dinanti cukup lama, sekitar pukul 07.30 Wita, Tolib muncul bersama dua temannya dan langsung disergap.

“Mereka tiba dari Jawa dengan mengendarai truk. Dan langsung ditangkap,” ucapnya.

Menurut Astra Wijaya, penyelundupan satwa langka ini merupakan yang kedua kalinya. Satu kali yang dilakukan itu berhasil.

Modusnya pun begitu unik. Satwa yang diselundupkan ditaruh di tas jinjing.

“Saya sangat menyayangkan hal itu. Diduga kuat lolosnya penyelundupan itu lantaran ada kerja sama dengan keamanan Bandara Ngurah Rai, Tuban,” imbuhnya.

Sementara, menyangkut penjualan satwa langka itu, pengakuan pelaku akan dijual kepada orang Jepang yang teridentifikasi bernama Nauki dan rekannya.

Diduga, kedua orang ini masih menginap di suatu hotel di Bali. Petugas Polhut kini sedang mengejar Nauki dan Jumat malam belum membuahkan hasil. (spy)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami