Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 Juli 2026
Polhut Sita Belasan Satwa Langka
Beritabali.com, Denpasar
Sabtu, 3 Oktober 2009,
00:37 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berhasil menggagalkan penyelundupan belasan satwa langka yang dilindungi.
Belasan satwa yang hendak dikirim ke Jepang ini berupa burung elang sebanyak 12 ekor, burung hantu sebanyak 3 ekor dan seekor musang laut. Dalam hal ini, empat orang yang diduga pelaku, sudah diamankan.
Menurut Komandan Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC), Made Astra Wijaya, Jumat (2/10) mengatakan, empat pelaku ini merupakan seorang penjual, seorang pemilik barang, dan dua kurir asal pulau Jawa.
Mereka ditangkap di sebuah tempat kos di Jalan Pulau Adi VI No. 21 C, Denpasar.
Penangkapan empat pelaku berikut belasan satwa berkat laporan dari masyarakat karena adanya penyelundupan satwa langka.
Petugas terbagi dua bangian, satu menjaga di bandara Tuban, karena ada informasi satwa satwa itu akan dibawa ke Jepang. Petugas lainnya menyanggong Pelabuhan Gilimanuk.
Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan melakukan lidik. Pengawasan di Bandara Ngurah Rai pun diintensifkan. Begitu juga anggota lainnya mencari informasi di lapangan.
Dari hasil penyanggongan itu, petugas mendapati Lukman yang sedang menumpang truk dan satwa langka.
Petugas tidak langsung menangkap, tapi mengikuti hingga tiba di Jalan Pulau Adi 6/21C Denpasar.
Di sanalah petugas langsung menangkap dan menemukan belasan satwa yang dilindungi pemerintah.
Dari hasil penyelidikan, Lukman hanyalah seorang kurir sedangkan pemilik sah adalah Tolib. Dari pengakuan Lukman,
Tolib sedang menuju Denpasar dengan membawa 2 ekor burung hantu. Setelah dinanti cukup lama, sekitar pukul 07.30 Wita, Tolib muncul bersama dua temannya dan langsung disergap.
“Mereka tiba dari Jawa dengan mengendarai truk. Dan langsung ditangkap,†ucapnya.
Menurut Astra Wijaya, penyelundupan satwa langka ini merupakan yang kedua kalinya. Satu kali yang dilakukan itu berhasil.
Modusnya pun begitu unik. Satwa yang diselundupkan ditaruh di tas jinjing.
“Saya sangat menyayangkan hal itu. Diduga kuat lolosnya penyelundupan itu lantaran ada kerja sama dengan keamanan Bandara Ngurah Rai, Tuban,†imbuhnya.
Sementara, menyangkut penjualan satwa langka itu, pengakuan pelaku akan dijual kepada orang Jepang yang teridentifikasi bernama Nauki dan rekannya.
Diduga, kedua orang ini masih menginap di suatu hotel di Bali. Petugas Polhut kini sedang mengejar Nauki dan Jumat malam belum membuahkan hasil. (spy)
Belasan satwa yang hendak dikirim ke Jepang ini berupa burung elang sebanyak 12 ekor, burung hantu sebanyak 3 ekor dan seekor musang laut. Dalam hal ini, empat orang yang diduga pelaku, sudah diamankan.
Menurut Komandan Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC), Made Astra Wijaya, Jumat (2/10) mengatakan, empat pelaku ini merupakan seorang penjual, seorang pemilik barang, dan dua kurir asal pulau Jawa.
Mereka ditangkap di sebuah tempat kos di Jalan Pulau Adi VI No. 21 C, Denpasar.
Penangkapan empat pelaku berikut belasan satwa berkat laporan dari masyarakat karena adanya penyelundupan satwa langka.
Petugas terbagi dua bangian, satu menjaga di bandara Tuban, karena ada informasi satwa satwa itu akan dibawa ke Jepang. Petugas lainnya menyanggong Pelabuhan Gilimanuk.
Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan melakukan lidik. Pengawasan di Bandara Ngurah Rai pun diintensifkan. Begitu juga anggota lainnya mencari informasi di lapangan.
Dari hasil penyanggongan itu, petugas mendapati Lukman yang sedang menumpang truk dan satwa langka.
Petugas tidak langsung menangkap, tapi mengikuti hingga tiba di Jalan Pulau Adi 6/21C Denpasar.
Di sanalah petugas langsung menangkap dan menemukan belasan satwa yang dilindungi pemerintah.
Dari hasil penyelidikan, Lukman hanyalah seorang kurir sedangkan pemilik sah adalah Tolib. Dari pengakuan Lukman,
Tolib sedang menuju Denpasar dengan membawa 2 ekor burung hantu. Setelah dinanti cukup lama, sekitar pukul 07.30 Wita, Tolib muncul bersama dua temannya dan langsung disergap.
“Mereka tiba dari Jawa dengan mengendarai truk. Dan langsung ditangkap,†ucapnya.
Menurut Astra Wijaya, penyelundupan satwa langka ini merupakan yang kedua kalinya. Satu kali yang dilakukan itu berhasil.
Modusnya pun begitu unik. Satwa yang diselundupkan ditaruh di tas jinjing.
“Saya sangat menyayangkan hal itu. Diduga kuat lolosnya penyelundupan itu lantaran ada kerja sama dengan keamanan Bandara Ngurah Rai, Tuban,†imbuhnya.
Sementara, menyangkut penjualan satwa langka itu, pengakuan pelaku akan dijual kepada orang Jepang yang teridentifikasi bernama Nauki dan rekannya.
Diduga, kedua orang ini masih menginap di suatu hotel di Bali. Petugas Polhut kini sedang mengejar Nauki dan Jumat malam belum membuahkan hasil. (spy)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026