Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 1 Mei 2026
Banjar Semana-Ambengan Nyaris Bentrok
Beritabali.com, Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kasus perebutan lahan kuburan antara Banjar (dusun) Semana- Singakerta Ubud dan Banjar Ambengan, Sayan, Ubud, hingga kini belum menemui titik temu. Hari ini, kedua banjar bertetangga itu kembali bersitegang dan nyaris menimbulkan bentrok massal.
Sebelum kejadian hari ini, beberapa waktu yang lalu juga telah terjadi gesekan antara kedua banjar yakni pembakaran warung, ban, dan penebangan pohon.
Hari ini (7/8) kedua banjar tersebut berseteru lagi. Akibatnya, 3 orang warga kedua belah pihak mengalami luka lantaran terkena lemparan batu.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun beritabali.com di lapangan, gesekan antar warga ini berawal dari kerja bakti yang dilakukan warga Ambengan, Sayan, Ubud, di Pura Beji setempat.
Jarak antara Pura Beji dengan lahan kuburan yang menjadi sengketa sekitar 5 meter. Kebetulan juga letak Pura Beji ini berada dekat jalan umum menuju Banjar Semana, Singakerta, Ubud.
Pura ini juga sering dilalui oleh warga Semana maupun warga Ambengan.
Saat sedang gotong royong, seorang warga Semana melewati jalan umum dan disoraki oleh warga Ambengan.
Merasa tersinggung, warga Banjar Semana tersebut lari ke banjarnya (balai dusun) yang kebetulan sedang ada kegiatan persiapan Bazzar.
Karena sebelumnya sudah terjadi gesekan memperebutkan kuburan, provokasi ini membuat warga Semana lainnya ‘panas’ dan keluar rumah membawa bambu runcing, sabit, linggis dan sajam lainnya.
Warga Ambengan juga langsung terbawa emosi turun ke jalanan membawa sajam jenis sabit, tombak, panah dan sajam lainnya.
Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya di depan Pura Beji terjadi perang batu. Akibatnya tiga warga dari kedua belah pihak mengalami luka pada tangan dan siku.
Adapun ketiga warga tersebut diantaranya I Nyoman Hendrajaya dari Ambengan, I Wayan Sauna dari Semana, dan I Nyoman Arta asal Ambengan.
Saat itu kami sedang gotong-royong, tiba-tiba sudah ada batu berterbangan, dan tangan saya terluka kena batu, kata I Nyoman Hendrajaya ketika dimintai konfirmasinya terkait insiden yang menimpa dirinya.
Tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Jajaran Polres Gianyar dan Polsek Ubud menerjunkan 2 pleton Dalmas dan 100 anggota polisi.
Setelah suasana panas bisa diredam, para tokoh masyarakat kedua belah pihak diajak berembug di Mapolsek Ubud.
Kapolres Gianyar, AKBP I Nyoman Astawa ketika dimintai keterangan terkait masalah ini mengaku pihaknya mengerahkan 2 pleton Dalmas, dan 100 pasukan dari Polsek Ubud bukan untuk menghadapi masyarakat.
Pengerahan pasukan ini dilakukan untuk mengantisipasi halhal yang tak diinginkan.
Kami sudah antisipasi, mudah-mudahan seterusnya aman, kata Mantan Kapolres Jembrana ini. (art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 183 Kali
Polisi Bongkar 14 Kasus Narkoba di Badung, 15 Tersangka Ditangkap
Dibaca: 107 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang