Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 26 Juni 2026
Sampah Berjejal di Pantai Perancak
Beritabali.com, Perancak
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pemandangan tidak mengenakkan terpotret di Pantai Perancak, Perancak, Jembrana. Pasalnya, di pantai yang dijadikan salah satu obyek wisata, utamanya oleh wisatawan lokal (wislok) dijejali dengan sampah.
Pantauan di Pantai Perancak, Minggu (18/10), tampak sampah yang didominasi oleh kayu, baik berupa ranting maupun akar sehingga menimbulkan kesan kumuh.
Kesan kumuh inilah yang dikeluhkan oleh wislok yang berkunjung ke pantai untuk melihat hamparan pantai dan menikmati aktifitas para nelayan dengan perahu besarnya.
Tempat di sini jorok banyak sampahnya,ujar Ni Ketut Armawati (30), wislok asal Desa Yehembang, Mendoyo ketika ditemui saat sedang berkunjung ke pantai Perancak, Minggu (18/10).
Menurutnya, dengan berjejalnya sampah di panrai tersebut, sangat tidak layak kalau pantai ini dijadikan kawasan pariwisata. Saya harapkan pihak-pihak yang berkompeten segera bersikap untuk membersihkan sampah-sampah tersebut,tandasnya.
Sementara itu Bendesa Pekraman Desa Perancak, I Nengah Midia ketika ditemui di pantai tersebut mengungkapkan pihaknya merasa kesulitan membersihkan sampah yang berserakan lantaran begitu selesai dibersihkan sampah-sampah itu datang lagi.
Apalagi kalau musim hujan tiba. Sampah-sampah itu merupakan sampah kiriman dari hutan yang terkirim melalui Sungai Ijogading,terangnya.
Midiapun mengakui kalau tumpukan sampah tersebut memicu keluhan dari wislok yang berkunjung. Itu tidak bisa dipungkiri, biasanya banyak pelancong yang datang kesini Minggu sore,terangnya.
Terkait hal tersebut, Midia mengharapkan agar Pemkab Jembrana segera turun tangan untuk mengatasi masalah sampah tersebut.
Kalau mengandalkan kami akan sangat kesulitan karena begitu dibersihkan, sampah datang lagi,harapnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun