Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Iseng Jepret Julia Roberts, Kamera Dirampas Bodyguard
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Setelah diwarnai demo di Desa Bentuyung, Ubud, kini syuting film Eat, Pray, Love, yang dibintangi artis Julia Roberts di Pasar Ubud, Gianyar, diwarnai dengan perampasan kamera seorang turis asing. Kamera turis asing ini dirampas seorang bodyguard karena iseng memotret jalannya syuting.
Syuting film EPL yang dibintangi artis Julia Roberts di Pasar Seni Ubud berbeda dibanding lokasi syuting lainnya. Kali ini, bintang film Eat, Pray, Love (EPL) ini tampak terlihat jelas mondar mandir di Pasar Ubud.
Mata boleh bebas melihat, namun kamera ataupun alat dokumentasi lainnya tak diperbolehkan oleh pihak pembuat film.
Ketika Julia Roberts sedang ada di dalam pasar, seorang turis asing tiba–tiba mengeluarkan kamera dan melakukan aksi jeprat-jepret.
Aksi bule ini tak berlangsung lama. Kameranya langsung dirampas oleh seorang bodyguard yang merupakan bagian dari kru pengambilan gambar.
Bendesa Adat Ubud, Tjokorda Kertiyasa ketika ditemui di lokasi syuting mengaku pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan transparansi soal pelaksanaan syuting film EPL.
Kami sudah melakukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui proses syuting film ini. Dan hasilnya terasa seperti misal di wilayah Penestanan, Ubud, ketika kami sudah menjelaskan kepada warga, akhirnya mereka mengerti, padahal sebelumnya wilayah ini sempat panas, ungkap pria yang suka berkaca mata hitam ini.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3386 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1731 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 803 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan