Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Waspada Puting Beliung, Mari Pahami Gejalanya
BERITABALI.COM, BADUNG.
Suhu udara di Bali meningkat dalam seminggu terakhir. Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bali mengimbau masyarakat agar mewaspadai munculnya puting beliung, sebagai dampak perubahan suhu ini.
Sebelum angin puting beliung ini benar-benar muncul, mari kita kenali apa itu puting beliung dan gejalanya.
Puting beliung merupakan angin yang berputar dengan kecepatan 60-90 kilometer/jam dan berlangsung 5 hingga 10 menit.
Puting beliung disebabkan adanya perbedaan tekanan yang sangat besar dalam area skala lokal, yang terjadi di bawah atau di sekitar awan Cumulonimbus (awan berwarna hitam pekat).
Menurut Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Endro Tjahyono, angin puting beliung mempunyai beberapa gejala awal seperti :
1. Udara panas dan gerah
2. Di langit tampak ada pertumbuhan awan Cumulus (awan putih bergerombol berlapis-lapis)
3. Awan tiba-tiba berubah warna dari putih menjadi hitam pekat (awan Cumulonimbus)
4. Ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin yang terasa sangat dingin.
5. Jika fenomena ini terjadi, kemungkinan besar hujan disertai angin kencang akan datang.
Endro menambahkan, kehadiran puting beliung hingga kini belum dapat diprediksi.
Angin puting beliung terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area yang sangat lokal.
“Pusaran angin puting beliung mirip belalai gajah. Angin ini lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak terjadi di daerah dataran rendah,†jelas Endro.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1008 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli