Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kerjaan Numpuk, Dewan Jembrana “Plesiran”

Rabu, 28 Oktober 2009, 19:03 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Untuk kesekian kalinya sejak dilantik Kamis (13/8) lalu, anggota DPRD Jembrana “plesiran” ke luar daerah. Seperti biasa, acara plesiran tersebut dikemas dalam format kunjungan kerja.


Kali ini dewan Jembrana menyasar Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dalam lawatan plesirannya. Acara plesiran ini akan berlangsung selama tiga hari dimulai sejak Selasa (27/10) hingga besok. Pantauan di Kantor DPRD Jembrana, Rabu (28/10) tampak kondisi kantor dalam keadaan kosong, yang terlihat hanya beberapa staf DPRD yang sedang sibuk mengerjakan administrasi.


Sementara tidak satupun anggota dewan yang biasanya ramai kelihatan batang hidungnya. Kondisi ini membuat sejumlah warga yang bertandang ke kantor dewan mengeluh. Pasalnya, niat mereka untuk menyalurkan aspirasi terpaksa harus ditunda
menunggu kedatangan anggota dewan tersebut.

“Kalau dicari siang sudah pulang tapi sekarang malah plesir ke luar daerah. Hanya buang-buang duit saja padahal Jembrana kan sudah jadi contoh oleh daerah lain dan sering dikunjungi, ini kok malah terbalik,” renggut seorang warga yang mendatangi kantor dewan, Rabu (28/10).


Dirinya juga menyayangkan kepergian anggota dewan tersebut lantaran masih banyak pekerjaan yang mesti dikerjakan. “Sebenarnya dewan jangan pergi-pergi saja, masih banyak kerjaan kok di Jembrana. Jangan-jangan acara kunker ini hanya untuk menghabiskan anggaran, kan sudah menjelang akhir tahun,katanya.

Sementara itu Sekretaris DPRD (Sekwan) Jembrana, I Made Suwerna Arbawa ketika dihubungi, Rabu (28/10) mengaku kalau dirinya sedang mendampingi anggota dewan kunker.

Suwerna juga membantah kalau acara kunker ini hanya semata-mata untuk plesiran semata. “Dewan Jembrana melakukan studi banding ke Pemkab Nganjuk terkait masalah pembangkit listrik tenaga surya selama tiga hari. Besok juga balik,” katanya dari balik gagang telepon.

Rupanya ketika awak media mengkonfirmasikan acara kunker tersebut, salah satu anggota dewan, Putu Kamawijaya mendengarkannya. Lalu Kama menghubungi awak media untuk melakukan klarifikasi rumor plesiran tersebut. “Dewan bukan jalan-jalan atau plesir sedang belajar bagaimana Nganjuk mengatasi kekeringan. Semua ini untuk Jembrana juga,” kelitnya.


Menurut Kama, hal ini penting sebagai upaya antisipasi lantaran dirinya menilai hutan Jembrana sudah semakin gundul sehingga bahaya kekeringan sudah mengancam. “Beberapa
daerah malah sudah menderita kekeringan. Ini yang perlu dipelajari agar kita tahu bagaimana Nganjuk mendapatkan air bersih di wilayah terpencil dan kering. Selain itu kami juga membahas terkait pembangkit listrik tenaga surya,” jelasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami