Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dua Karyawan Titiles Tewas Keracunan

Senin, 9 November 2009, 21:50 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Dua karyawan berdomisili di Denpasar, Senin (9/11) sore, meregang nyawa usai meminum teh celup Sosro premium. Tidak ada yang bertanggung jawab terhadap kematian korban namun polisi masih menyelidikinya.


Dua korban yang tewas adalah karyawan laki dan perempuan yakni Suparmi (30) tinggal di Jalan Nusa Kambangan Pekambingan Denpasar MH.

Menurut informasi yang dihimpun di rumah sakit Sanglah, kedua korban adalah teman sekantor di perusahaan Titiles di Jalan Diponegoro Denpasar.


Siang itu, mereka bermaksud makan siang di kantornya. Mereka berniat membuat teh celup Sosro premium. Setelah diseduh gelas, air seduhan kemudian dituangkan ke minuman botol mineral tanggung.

“Tapi setelah meminum, mereka langsung keracunan,” ungkap sumber di rumah sakit Sanglah.

Karyawan lain yang melihat kedua korban kejang-kejang, segera melarikan ke rumah sakit Udayana di Jalan PB Sudirman. Namun, dalam perawatan, nyawa MH tak dapat diselamatkan.


Sementara Suparmi yang tinggal di Jalan Nusa Kambangan Pekambingan Denpasar, masih dalam kondisi kritis. Walhasil, sekitar pukul 16.00 Wita, tim medis rumah sakit
Udayana melarikan korban ke rumah sakit Sanglah.



“Jantung korban dipacu oleh Dokter dan diberikan bantuan oksigen,” bisik sumber.

Upaya yang dilakukan tim medis tidak membuahkan hasil. Suparmi akhirnya meregang nyawa sekitar pukul 18.55 Wita.

Sementara itu, Kepala Forensik RSUP Sanglah, Dudut, pihaknya sudah mengamankan barang bukti botol mineral dan sisa minuman yang diseduh oleh para korbannya.


Saat ini barang bukti sudah disimpan di Forensik Sanglah. Nantinya, barang bukti itu akan diperiksa di Toksikologi untuk mengetahui apakah ada kandungan racun didalam botol dan air mineral.

“Untuk pembuktian lainnya, jasad korban harus di otopsi,” tegas Dudut, Senin (9/11.)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami