Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Penyelundupan Mitan Lewat Laut
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Penyelundupan minyak tanah (mitan) ke Bali pasca dicabutnya subsidi minyak tanah (mitan) ternyata kian marak. Tidak hanya lawat jalur darat melalui Pelabuhan Gilimanuk namun penyelundupan ini juga melalui jalur laut dan menjadikan pelabuhan-pelabuhan rakyat sebagai dermaga tempat berlabuhnya.
Hal tersebut tercermin dari dibekuknya Ali Maskur (38) ketika sedang menurunkan 150 liter mitan selundupan di aliran Sungai Ijogading yang masuk wilayah Kelurahan Loloan Barat, Negara.
Warga Lingkungan Terusan, Loloan Barat, Negara, ini tidak bisa berkutik ketika Polisi dari Pos Polisi Airud Pengambengan membekuknya ketika menurunkan ratusan liter mitan dalam wadah lima jerigen yang dipasoknya dari Muncar, Banyuwangi dengan perahu selerek mini, Selasa (8/12).
Dari informasi yang diperoleh, penangkapan Mas bermula dari masuknya informasi ke meja Polair Pengambengan kalau ada penyelundupan mitan dari luar Bali menuju Jembrana.
Informasi ini ditindaklanjuti dengan menggelar patroli sejak Minggu (6/12) malam hingga Senin (7/12) malam yang menyasar sejumlah titik perairan mulai dari Pengambengan hingga ke Muara Perancak.
Ternyata, dua hari berpatroli informasi tersebut tidak kunjung terbukti sehingga memancing kecurigaan Polairud kalau langkahnya itu diketahui oleh penyelundup.
Pada patroli hari ketiga, Selasa (8/12) pagi, Polairud kembali melakukan patroli dan menyasar sungai Ijogading. Ternyata patroli kali ini membuahkan hasil karena memergoki Maskur tengah menurunkan mitan dalam jerigen ke daratan.
Sedangkan di daratan sudah menunggu Mujahiri (40), tetangga Maskur yang membeli mitan tersebut untuk mengangkutnya dengan sepeda motor Supra DK 6262 WL yang sudah siap di pinggir Sungai Ijogading.
Kepala Pos Polairud Pengambengan, Aipda Nengah Gelgel seizin Dir Polair Polda Bali ditemui, Selasa (8/12) mengatakan saat dipergoki, pihaknya menemukan beberapa jerigen mitan tanpa dokumen itu sudah dinaikkan ke sepeda motor.
Dari Muncar, tersangka menempatkan miyak tanah itu dalam tong tempat ikan. Ketika mendekati lokasi, tersangka memindahkan minyak tanah itu ke dalam jerigen. Tersangka dan barang bukti mitan dan sepeda motor sudah kita amankan, terang Gelgel.
Sementara itu Mujahiri ketika ditemui di Pos Polair Pengambengan, Selasa (8/12) mengaku kalau dirinya tidak tahu bila mitan yang dipesannya dari tersangka merupakan hasil penyelundupan.
Awalnya saya pesan hanya satu jerigen saja tapi karena dia (Maskur,red) membawa lebih, saya terima saja karena saat ini di sini sedang sulit mencari minyak untuk kepentingan pembuatan roti, ujar Mujahiri yang juga pengusaha roti berkelas home industri.
Atas kejadian ini, Mujahiri mengaku menyesal. “Kalau tahu seperti ini (hasil penyelundupan) saya tidak berani beli. Baru pertama kali saya pesan, mungkin lagi apes saja saya, terangnya.
Sedangkan Maskur mengaku membeli mitan tersebut di Muncar dengan harga Rp. 4.600 per liternya dan menjualnya kembali kepada Mujahiri degan harga Rp. 6.000 perliternya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang