Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diminta Buat KTP Baru, Warga Mengeluh

Senin, 21 Desember 2009, 17:28 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Didaulatnya Jembrana menjadi tempat percontohan KTP SIAK tingkat nasional ternyata menuai keluhan warga. Lantaran menjadi contoh, mereka diminta untuk memperbaharui KTP SIAK yang mereka kantongi.

Dari informasi yang dihimpun, Senin (21/12) terungkap kalau sejumlah warga Kecamatan Negara yang ditunjuk sebagai tempat percontohan mengeluh. Pasalnya, mereka diminta untuk memperbaharui KTP SIAK yang telah mereka kantongi.

Kami sudah punya KTP SIAK dan baru saja selesai kok malah disuruh buat KTP baru lagi. Ini benar-benar merepotkan dan merugikan masyarakat, keluh salah seorang warga Kecamatan Negara, Senin (21/12).

Lelaki yang menolak namanya dionlinekan menilai percontohan penggunaan KTP SIAK tingkat nasional itu hanya menguntungkan oknum pejabat saja.

Ini menguntungkan oknum penguasa saja, sementara rakyat selalu dirugikan. Meski gratis, kami tetap rugi waktu, katanya.

Barisan protes juga diperkuat dengan hadirnya mantan Ketua DPRD Jembrana, Wayan Mawa. Menurut Mawa kebijakan pembaharuan KTP SIAK ini cukup merugikan sehingga masyarakat banyak yang protes.

 



Saya sudah punya KTP SIAK, malah sekarang disuruh buat KTP baru lagi. Kalau begini kan merugikan masyarakat. Saya juga terima banyak protes dari masyarakat lainnya, sengit Mawa.

Seharusnya, kata Mawa, kebijakan pembaharuan KTP SIAK ini digodog dengan matang lalu disosialisasikan sengan baik sehingga masyarakat paham dan merasa tidak dirugikan.

Sementara itu Bupati Jembrana, I Gede Winasa ketika dikonfirmasi, Senin (21/12) mengatakan hal tersebut terjadi karena adanya miskomunikasi saja.

Pembuatan KTP baru itu bukan pengganti KTP SIAK tetapi merupakan tindak lanjut dari ditunjuknya Jembrana sebagai proyek percontohan KTP SIAK Nasional bersama dengan Kota Denpasar, ujarnya.

Menurutnya, dari sisi fisik dan fungsi, KTP SIAK Jembrana dengan KTP SIAK yang baru sama saja, termasuk sama-sama bisa digunakan untuk kartu JKJ dan e-voting.

Yang berbeda hanya ada tambahan sidik jari dan volume chipnya yang lebih besar. Kalau chip kita hanya satu kilobyte yang dari pusat chipnya empat kilobyte agar bisa menyimpan biometrik, jelasnya.

Winasa juga menegaskan warga yang terkena proyek percontohan pembuatan KTP SIAK pusat itu juga tidak perlu khawatir akan keluar biaya karena pembuatannya tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis.

Saya tegaskan fisik hanya satu dimana data dan fungsinya sama, hanya ditambahi sidik jari saja, dan tetap bisa diakses sistem kita, jadi tidak ada warga yang memiliki dua fisik KTP SIAK, tegasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami