Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 30 September 2026
Diminta Buat KTP Baru, Warga Mengeluh
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Didaulatnya Jembrana menjadi tempat percontohan KTP SIAK tingkat nasional ternyata menuai keluhan warga. Lantaran menjadi contoh, mereka diminta untuk memperbaharui KTP SIAK yang mereka kantongi.
Dari informasi yang dihimpun, Senin (21/12) terungkap kalau sejumlah warga Kecamatan Negara yang ditunjuk sebagai tempat percontohan mengeluh. Pasalnya, mereka diminta untuk memperbaharui KTP SIAK yang telah mereka kantongi.
Kami sudah punya KTP SIAK dan baru saja selesai kok malah disuruh buat KTP baru lagi. Ini benar-benar merepotkan dan merugikan masyarakat, keluh salah seorang warga Kecamatan Negara, Senin (21/12).
Lelaki yang menolak namanya dionlinekan menilai percontohan penggunaan KTP SIAK tingkat nasional itu hanya menguntungkan oknum pejabat saja.
Ini menguntungkan oknum penguasa saja, sementara rakyat selalu dirugikan. Meski gratis, kami tetap rugi waktu, katanya.
Barisan protes juga diperkuat dengan hadirnya mantan Ketua DPRD Jembrana, Wayan Mawa. Menurut Mawa kebijakan pembaharuan KTP SIAK ini cukup merugikan sehingga masyarakat banyak yang protes.
Saya sudah punya KTP SIAK, malah sekarang disuruh buat KTP baru lagi. Kalau begini kan merugikan masyarakat. Saya juga terima banyak protes dari masyarakat lainnya, sengit Mawa.
Seharusnya, kata Mawa, kebijakan pembaharuan KTP SIAK ini digodog dengan matang lalu disosialisasikan sengan baik sehingga masyarakat paham dan merasa tidak dirugikan.
Sementara itu Bupati Jembrana, I Gede Winasa ketika dikonfirmasi, Senin (21/12) mengatakan hal tersebut terjadi karena adanya miskomunikasi saja.
Pembuatan KTP baru itu bukan pengganti KTP SIAK tetapi merupakan tindak lanjut dari ditunjuknya Jembrana sebagai proyek percontohan KTP SIAK Nasional bersama dengan Kota Denpasar, ujarnya.
Menurutnya, dari sisi fisik dan fungsi, KTP SIAK Jembrana dengan KTP SIAK yang baru sama saja, termasuk sama-sama bisa digunakan untuk kartu JKJ dan e-voting.
Yang berbeda hanya ada tambahan sidik jari dan volume chipnya yang lebih besar. Kalau chip kita hanya satu kilobyte yang dari pusat chipnya empat kilobyte agar bisa menyimpan biometrik, jelasnya.
Winasa juga menegaskan warga yang terkena proyek percontohan pembuatan KTP SIAK pusat itu juga tidak perlu khawatir akan keluar biaya karena pembuatannya tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis.
Saya tegaskan fisik hanya satu dimana data dan fungsinya sama, hanya ditambahi sidik jari saja, dan tetap bisa diakses sistem kita, jadi tidak ada warga yang memiliki dua fisik KTP SIAK, tegasnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8590 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5935 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3737 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2561 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar