Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Diduga Depresi, Wayan Loter Gantung Diri
BERITABALI.COM, TABANAN.
I Wayan Loter (53) warga Dusun Pemudungan, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan ditemukan tewas tergantung di plafon rumahnya, Rabu (23/12). Korban diduga nekat menghabisi hidupnya karena depresi lantaran penyakit insomnia (penyakit susah tidur) yang dideritanya selama ini tidak kunjung sembuh.
Adalah anak korban I Wayan Murdana (32) yang pertama kali menemukan tubuh korban dalam posisi menggantung dengan tali pelastik kuning di flapon rumahnya.
Kejadian itu diketahui Murdana sekitar pukul 11.0 Wita. Saat itu Murdana hendak masuk ke rumahnya. Alangkah terkejutnya Murdana saat melihat tubuh bapaknya sudah mengelayut di kayu plafon rumahnya.
Peristiwa itu pun membuat warga sekitar geger. Tubuh korban yang sudah dingin dan tidak bernyawa lagi tersebut kemudian diturunkan bersama warga setempat.
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan petugas kami, jelas Kapolsek Pupuan AKP S Irianto seijin Kapolres Tabanan.
Dikatakannya, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena penyakit insomnia yang diderita korban tak kunjung sembuh, kemudian korban depresi dan nekat gantung diri.
Pihak keluarga dapat menerima kenyataan tersebut, pungkasnya.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4480 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2296 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1864 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1026 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun