Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tabrak Pohon, 2 Pengendara Motor Tewas

Beritabali.com, Gianyar

Minggu, 17 Januari 2010, 19:50 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Herman, 23, asal Jember tewas setelah sepeda motor ber nopol DK 2698 LA yang dikendarainya menabrak pohon perindang di jalan raya Banjar Teges, Desa Peliatan, Gianyar, Minggu (17/1). 

Selain Herman, I Wayan Agus Angga Adi Krisna,16, asal Banjar Denjalan, Desa Batubulan juga tewas setelah motor yang dikendarai menabrak pohon perindang jalan di Banjar Kutri, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Sabtu (16/1) pukul 19.00 Wita. Dia meninggal dalam perawatan di RSUP Sanglah.

Data yang dikumpulkan di lapangan, Herman datang dari arah barat ke arah Desa Bedulu, Gianyar dengan membonceng seorang teman yang identitasnya masih dilidik polisi.

Tanpa dinyana motornya oleng dan menabrak pohon perindang di kiri atau utara jalan. Diduga, laki-laki yang bekerja di meubel Graha jati, Desa Mas ini mengantuk saat mengendarai motor.

Saat Herman terkulai di jalan dan tak lagi bernafas, seorang temannya yang dibonceng itu melarikan diri. Kuat dugaan, orang tak dikenal itu ketakutan saat melihat korban, Herman tewas dengan kondisi kepala pecah, telinga dan hidung mengeluarkan darah serta kaki kirinya patah.

Hal yang hampir sama juga terjadi pada I Wayan Agus Angga Adi Krisna,16, asal Banjar Denjalan Batubulan. Dia mengendarai motor dari arah utara ke selatan dengan kecepatan relative tinggi.

Setiba di lokasi kecelakaan, korban tak bisa menguasai motor sehingga menabrak pohon di barat jalan. Korban menderita luka pecah kepala dan pendarahan pada hidung dan telinga. Korban meninggal dalam perawatan di RSUP Sanglah, Denpasar. Kasatlantas Polres AKP Aria Bima Viyasa Seizin Kapolres Gianyar AKBP K Suardana, mengatakan, kasus dua korban lakalantas ini akibat kelalaian mereka.

Kondisi ini terjadi karena korban sangat tidak memperhitungkan kondisi di jalan raya yang gelap dan licin akibat hujan. "Apalagi kalau disertai mata mengantuk, pasti berakibat fatal di jalan raya,’’ ujarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami