Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sakit Dijemput, Pulang Diantar, Dikasi Sekwintal Beras

Beritabali.com, Negara

Selasa, 19 Januari 2010, 20:24 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Mungkin Sayu Putu Nayas (65) tidak menyangka kalau dirinya akan menjadi orang yang spesial. Pasalnya warga Dusun Pengajaran, Berangbang, Negara yang menderita penyakit gondok dan katarak pada mata kirinya mendapatkan pelayanan langsung dari Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Propinsi Bali, dr. I Nengah Suteja. Bahkan orang nomor satu di jajaran Diskes Propinsi Bali ini turun langsung menjemput Nayas. 

Perbekel Desa Brangbang, I Made Saha Arimbawa ketika ditemui Selasa (19/1) mengungkapkan pada Senin (18/1) sekitar pukul 09.00 dirinya menerima telepon dari Camat Negara, I Made Budiasa yang menanyakan kalau ada warganya atas nama Sayu Putu Nayas yang berobat ke RS Indra.

Karena saya tidak tahu dan tidak pernah diberi tahu lalu saya lacak. Ternyata memang benar yang bersangkutan sudah dijemput oleh orang propinsi untuk dibawa ke Denpasar,ujarnya. Untuk menggali informasi lebih dalam, Arimbawa menemui Gusti Putu Astawa yang masih kerabat Nayas.

Dari Pak Gusti saya dapat informasi kalau yang menjemput Nayas itu langsung Pak Kadis Kesehatan Propinsi dengan membawa tim dokter. Malah Pak Gusti sempat ngobrol dan dikasi kartu namanya Pak Kadis katanya kalau terjadi sesuatu agar menghubungi dia, terangnya.

Merasa warganya diangkut tanpa sepengetahuan dirinya selaku aparat desa, Arimbawa menfokuskan kerjanya dengan menggali informasi lebih dalam terkait hal tersebut. Siangnya saya dapat kabar kalau Nayas sudah diantar pulang.

Karena saya masih ada rapat, saya mengutus kaur kesehatan dan kelian banjar untuk menemui Nayas di rumahnya. Sekitar pukul 13.00, setelah utusan perbekel tiba di rumah Nayas, tidak berselang lama kemudian rombongan yang mengantar Nayas tiba.

Dari laporan kaur saya diketahui kalau yang mengantarnya ada tiga orang termasuk sopir dengan menggunakan kendaraan
doubel cabin plat B, terangnya. Ketika ditanya oleh kaurnya, imbuh Arimbawa, perihal prosedur mengapa ada warganya diangkut ke Denpasar tanpa sepengetahuan perangkat desa, pengantarnya yang belakangan diketahui bernama dr. Sagung Mas kalau dirinya hanya menjalankan perintah saja.

Katanya dia hanya menjalankan perintah untuk mengantarkan saja. Untuk masalah lainnya silahkan langsung berhubungan dengan atasannya, bebernya. Merasa tidak mungkin berhubungan dengan keduanya, kata Arimbawa, utusannya itu berdiam diri. Mungkin merasa bukan kelasnya, kaur dan kelian banjar saya tidak bisa berbuat apa-apa, ujarnya.

Kemudian, tambah Arimbawa, saat turun, Nayas juga diberikan satu kwintal beras namun ketika ditanya oleh kaurnya siapa yang memberi beras tersebut, dr. Sagung Mas bungkam.

Katanya beras ini diberikan dari orang yang ketemu di jalan dan diminta mengantarkannya kepada Nayas, terangnya. Lantaran tidak memperoleh informasi yang memuaskan, Arimbawa berupaya mengorek keterangan dari Nayas, Selasa (19/1).

Menurut Nayas, dirinya juga sangat terkejut jika ada orang propinsi yang tiba-tiba datang menjemputnya dari Denpasar dan langsung memboyongnya. Nayas juga tidak mengetahui beras satu kwintal yang dititipkan kepadanya, ujarnya.

Arimbawa juga menanyakan pernyataan Jro Sukerti, Sayu Kade Suarni dan Gusti Putu Astawa di sejumlah media tentang pelayanan JKJ yang amburadul kepada ketiganya namun ketiganya mengaku tidak pernah sekalipun ditemui oleh wartawan manapun apalagi bercerita tentang pelayanan JKJ.

Pengakuan ketiganya mereka kan belum mengantongi kartu JKJ bagaimana mungkin bisa tahu pelayanan pengobatan gratis oleh JKJ yang dikatakan di koran amburadul. Bahkan ketiganya rela bersumpah kalau mereka tidak ada memberikan pernyataan tentang JKJ kepada wartawan manapun. Kalau dibilang ditemui di RS Indra, mereka satupun tidak ada yang ikut ke sana. Yang mengantar Nayas hanya seorang anaknya saja, bebernya.

Di sisi lain, sebelum mengantarkan Nayas ke rumahnya, rupanya rombongan pengantar bersama Nayas juga sempat mampir ke Puskesmas Kaliakah dengan mengendarai mobil double cabin plat B milik Public Service Community (PSC) untuk meminta rujukan. Dokter Puskesmas Kaliakah, dr. Eka Indrawati mengakui kalau dirinya sempat ditemui oleh dr. Sagung Mas untuk meminta rujukan atas penyakit yang diderita Nayas.

Mereka datang bersama Nayas dan meminta rujukan kepada saya katanya sebagai salah satu syarat untuk mencairkan dana
Jamkesmas, bebernya. dr. Eka mengakui sempat mengecek Nayas dalam buku KK Miskin Jembrana dan ternyata Nayas memang masuk salah seorang KK Miskin.

Saya juga sempat ditelepon oleh seorang dokter dari rumah sakit Indra dan meminta tolong kepada saya agar Nayas dibuatkan rujukan. Karena alasan kemanusiaan, saya segera membuatkannya, tandasnya.

Selain itu, lanjut dr. Eka, dirinya sempat dititipi pesan untuk memantau perkembangan penyakit gondok yang diderita Nayas. Memang kataraknya sudah dioperasi tapi gondoknya masih ada. Malah saya diminta tolong untuk memantau perkembangannya, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Jembrana, dr. Putu Suasta mengaku saat menjemput Nayas, Kadiskes Provinsi sempat mampir ke RSU Negara, namun tidak koordinasi dengan dirinya, staf rumah sakit atau teman sejawat termasuk direktur RSUD Negara.

Lanjut Suasta, jika memang Kadiskes Provinsi mendatangi Nayas dalam rangka tugas dinas dan melakukan koordinasi dengan dirinya pasti pihaknya akan mendampingi. Jikapun bukan tugas resmi namun etikanya ada pemberitahuan ke kabupaten, apalagi kita masih satu wilayah provinsi Bali, ungkapnya.

Suasta juga mengaku tidak mengerti dengan kejadian ini karena di luar kebiasaan pihak propinsi yang sebelumnya selalu aktif berkoordinasi dengan Pemkab Jembrana. Biasanya dulu kita intensif berkoordinasi, siapapun yang mengontak saya pasti saya tindaklanjuti,tandasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami