Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jalan Wisata Berubah Jadi Kebun Pisang

Beritabali.com, Negara

Minggu, 9 Mei 2010, 16:46 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kendati tiga kali pergantian lurah Sangkaragung, Jembrana, jalan lingkar Sangkaragung menuju Kelurahan Dauh Waru, Jembrana masih tetap hancur lebur. Sebagai bentuk protes sosial, warga menanami jalan yang saban minggunya dilalui oleh wisatawan asing itu dengan sejumlah pohon pisang

Pantauan di lokasi, Minggu (9/5) tampak ruas jalan sepanjang 1,8 km tersebut berlubang di sana-sini, sehingga warga yang melintasi jalan tersebut harus berjalan zig zag. Jika tidak, mereka terancam terperosok ke dalam lubang yang rata-rata luasnya 0,5 meter persegi dan memiliki kedalaman hingga sekitar 20 cm.

Tidak jarang pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut harus saling mengalah lantaran mereka sama-sama ingin menghindari lubang tersebut.

Sebagai bentuk protes, warga menanami lubang-lubang jalan tersebut dengan pohon pisang. Setidaknya ada tiga pohon pisang yang ditanam warga pada lubang-lubang di jalan tersebut.

“Seingat saya, sejak dibuat belasan tahun silam, jalan ini hanya sekali saja tersentuh pemeliharaan. Sehingga menurut saya jalan ini termasuk awet padahal lalu lintas setiap harinya cukup padat,” ujar Ketut Murtana, Kepala Lingkungan Sangkaragung ketika ditemui di lokasi.

Menurut Murtana, pihaknya tidak bisa menahan keinginan warga untuk menanami pohon pisang pada lubang-lubang jalan
tersebut karena kian lama kondisi jalan itu kian memprihatinkan.

“Hari ini kami kebetulan ada kegiatan gotong royong menyambut hari raya. Entah dari mana asalnya, tiba-tiba warga menanami lubang-lubang jalan dengan pohon pisang. Mungkin karena mereka sudah tidak kuat menanggung malu karena hampir setiap minggu jalan ini dilintasi oleh wisatawan asing yang ingin melihat kesenian jegog maupun tenun cagcag khas Jembrana,” bebernya.

Sejatinya, kata Murtana, sejak lama warga mengusulkan perbaikan jalan tersebut. “Setiap pergantian lurah, pasti usulan perbaikan jalan itu menjadi prioritas. Tapi mengapa hingga tiga kali pergantian lurah, usulan tersebut tidak juga dipenuhi,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Gede Marantika. Tokoh pemuda ini mengaku kasihan melihat siswa-siswa dari Sangkaragung saat melintasi jalan tersebut, terlebih saat hujan tiba.

“Saat hujan, lubang-lubang tersebut dipenuhi air sehingga tidak terlihat. Saya kasihan melihat murid-murid dari Sangkaragung saat melintasi jalan tersebut karena mereka mesti jalan zig zag. Salah-salah mereka bisa terjatuh karena jalan licin,” kata Marantika yang juga Ketua Pecalang Sangkaragung.

Menurut Marantika, selain malu karena merupakan jalan itu yang sering dilintasi wisatawan asing, protes warga dengan menanam pohon pisang ini juga karena sebagian jalan tersebut yang masuk wilayah Kelurahan Dauh Waru sudah
tersentuh perbaikan.

“Mengapa perbaikan jalan itu terhenti persis di perbatasan antara Sangkaragung dengan Dauh Waru?” tandasnya. Ketut Dermen, warga lainnya menambahkan pusat keramaian di Kelurahan Sangkaragung terletak di sepanjang jalan ini. “Kalau boleh dikatakan ibu kota Sangkaragung ada di jalan ini. Tapi kok jalannya penuh lubang?,” tambahnya.

Lurah Sangkaragung, I Kadek Agus Arianta ketika ditemui, Minggu (9/5) mengaku sudah menindaklanjuti keinginan warganya untuk memperbaiki jalan yang berlokasi di sebelah utara Pura Puseh Sangkaragung itu.

“Kalau tidak salah, sebelum saya menjadi lurah, usulan perbaikan jalan tersebut sudah tiga kali dilayangkan ke Dinas PU. Lalu saat saya jadi lurah, saya layangkan lagi usulan yang sama," terang Arianta yang baru lima bulan memimpin Sangkaragung.

Selain melalui surat, Arianta juga mengaku sudah berkoordinasi ke Dinas PU. “Dari PU bilang kalau akan dicoba diusulkan saat perubahan APBD nanti,” ungkapnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami