Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Si Codet Minta Maaf, Siap Dihukum Mati
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Observasi yang dilakukan jajaran kepolisian terhadap Muhamad Suharto alias si Codet, menunjukkan perkembangan terbaru. Lelaki asal Lamongan Jawa Timur ini mentalnya lemah dan mulai bertingkah seperti bocah. Dia menangis dan mengakui dosa dosanya telah memperkosa 11 anak di bawah umur.
Pengakuan dosa si Codet ini dicetuskannya, sebelum masuk ke ruangan tes psikologi Polda Bali, pada Senin (24/5) pagi sekitar pukul 09.30 Wita.
Tersangka saat itu mengenakan pakaian tahanan Polda Bali berwarna biru dan bercelana jeans. Dia tetap menundukkan kepalanya saat dikerumuni wartawan media cetak dan elektronik. Tanpa ditanya lebih dulu, pria asal Lamongan ini mengungkapkan penyelesannya yang telah menodai anak di bawah umur.
Saya minta maaf yang sebesar-besarnya, ungkap tersangka sambl menitikkan air mata. Lelaki berkumis tipis ini mengaku rela dihukum berat karena telah menculik dan memperkosa anak di bawah umur.
Berapa pun hukuman yang saya terima, 10 tahun, 12 tahun sampai seumur hidup saya iklas. sSya juga iklas dihukum mati, tuturnya dengan suara pelan menandakan penyesalan . Keseriusan juga tampak dari perkataannya, dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para korban dan keluarga korban atas perbuatan bejatnya selama ini
Saya ini manusia yang sangat berdosa, saya minta maaf kepada keluarga korban. Saya juga minta kepada para pejabat untuk menyantuni korban, kasihan mereka, ungkapnya.
Juru bicara Polda Bali Kombes Gde Sugianyar mengatakan, kepolisian akan terus melakukan tes kejiwaan terhadap tersangka. Kejiwaannya masih kita dalami, ujarnya kepada beritabali.com
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun