Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




7 Persen Dalam Bentuk Bycatch

Selasa, 15 Juni 2010, 15:12 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kementrian Kelautan dan Perikanan melaporkan sekitar 7 persen dari total produksi perikanan tangkap Indonesia pertahunnya menjadi sumber daya laut terbuang sebagai dampak aktivitas perikanan komersial akibat praktek perikanan yang tidak selektif yang menghasilkan perikanan tangkap sampingan (bycatch). Dimana total produksi perikanan tangkap di Indonesia pertahun diperkirakan mencapai 5 juta ton. 

Tercatat dari jumlah persentaseproduksi perikanan tangkap sampingan (bycatch) ini sebagian besar kembali dibuang ke laut.Sehingga produksi perikanan tangkap sampingan tersebut akan menjadi bahan pencemar bagi kelestarian laut.

Kepala Pusat Analisis KerjasamaInternasional dan Antar lembaga Kementrian Kelautan dan perikanan Anang Noegroho pada keteranganya dalam pertemuan Forum Perikanan di Sanur (15/6) menyatakan bycatch yang terjadi sebagian besar akibat penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan oleh nelayan maupun kapal penangkap ikan.Kedepan menjadi tantangan bagi pemerintah untuk membantu para nelayan mengembangkan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Bagaimana kita bisa memodifikasialat tangkap yang efektif dan ramah lingkungan, artinya kalau menangkap tuna, tuna saja yang tertangkap tegas Anang Noegroho.Kepala Pusat Analisis Kerjasama Internasional dan Antar lembaga Kementrian Kelautan dan perikanan Anang Noegroho menyampaikan tantangan lainnya adalah upaya untuk mengembangkan industri pengolahan untuk bycatch.

Anang menambahkan bycatch paling tinggi biasanya terjadi pada penangkapan tuna dan udang yang rat-rata pertahun mencapai 15 persen dari total produksi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami