Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Tim Sukarno, Mohon Restu Pejuang TMP Margarana
BERITABALI.COM, TABANAN.
Langkah hukum terus dilakukan Tim Sukarno untuk mencari keadilan. Setelah sebelumnya menyerahkan gugatan secara perdata terhadap pelanggaran penyelenggaraan Pilkada Tabanan, Tim Sukarno, Rabu (30/7) ini akan bertolak ke Jakarta guna menyerahkan uji material keputusan KPUD Tabanan ke Mahkamah Agung.
Sebelum berangkat ke kantor Mahkah Agung di Jakarta, Paket Sukarno (Sukaja-IGN Anom) melangsungkan pesembahyangan bersama sejumlah relawan di Taman Makam Pujaan Bangsa, Margarana, Selasa (29/6).
Baca juga:
Massa Geruduk Kantor TV Nasional Sri Lanka
Persembahyangan yang digelar di depan monument Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai berlasung khusuk. Yang menarik dalam persembahyangan itu, Sukaja didampingi relawan Sukarno selain menghaturkan sesajen juga mengaturkan tumpeng jajan injin kehadapan para pahlawan pejuang bangsa.
Kami memohon agar apa yang telah dan akan kami lakukan untuk mengawal kebenaran mendapatkan restu dari para pejuang bangsa. Disamping itu mendapatkan bimbingan untuk tetap berjuang demi Tabanan, jelas Sukaja usai melangsungkan pesembahyangan di depan monumen kebanggaan masyarakat Bali ini.
Terkait dengan tumpeng jajan injin yang dipesembahkan untuk para leluhur pejuang bangsa. Sukaja mengatakan hal tersebut sebagai persembahan kepada para leluhur pejuang bangsa. Tidak ada yang istimewa, hanya jajan tumpeng injin bali,jelasnya.
Usai melangsungkan pesembahyangan, acara kemudian dilanjutkan dengan latar belakang pengajuan uji material keputusan KPU ke MA, dan pembentukan badah pekerja barisan relawan Sukarno di wantilan yang berlokasi di sebelah timur TMP Margarana .
Acara diawali dengan menikmati surudan jajan tumpeng injin yang baru saja dipesermbahkan kepada para pejuang pujaan bangsa. Semua relawan yang hadir satu persatu menikmati tumpeng jajan injin yang dilengkapi dengan kelapa parut yang dibaluri gula merah.
Dua akademisi dari Fakultas Hukum Univesitas Mahasaraswati Denpasar yakni Wayan Wiryawan dan Wayan Sudarsa tampak hadir dalam acara tersebut. Keduanya kemudian memaparkan landasan upaya hukum ke MA terhadap uji material keputusan KPUD Tabanan.
Sebelum memaparkan, Wiryawan mengaku pihaknya selaku akademisi merasa tergugah dengan fenomena pelaksaan pilkada yang terjadi di Tabanan. Semua ini kami lakukan murni didasari atas kepentingan akademisi, tidak ada kepentingan lainya,jelasnya.
Dijelaskannya, ada kejanggalan terkait SK 41 yang dikeluarkan oleh KPUD Tabanan. Ada yang tidak sinkronisasi atas terbitnya SK 41 yang dikeluarkan KPUD Tabanan, dan ini yang mau kita uji materinya di MA,jelas Wiryawan yang juga dosen FH Universitas Mahasaraswati ini.
Sementara itu I Wayan Sukaja menandaskan, langkah hukum yang dilakukannya kedepan tidak bertujuan menekan lembaga atau intitusi manapun. Yang dilakukanya adalah semata-mata untuk menegakan kebenaran atas beberapa kecurangan yang terjadi.
"Kami biarkan perkara ini berjalan sesuai dengan prosesnya dan kami ikuti alurnya karena semua itu akan kami tuangkan dalam sebuah buku, paparnya. Pada pertemuan itu juga disepakati membentuk badan pekerja barisan relawan Sukarno. Yang bertujuan untuk mempersiapkan terbentuknya LSM Relawan Sukarno.
Sukaja menandaskan dibentuknya LSM Relawan Sukarno bukan karena dirinya baru kalah membentuk LSM. Tapi semata-mata untuk menyatukan langkah kedepan terkait memperjuangan kebenaran. Saya akan terus berjuang memperjuangkan kebenaran ini sampai kapan pun, pungkasnya.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 594 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 584 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 436 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 427 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik