Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 1 Oktober 2026
Rumah Tertimbun Longsor, Bocah Terseret Banjir
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Selain merendam puluhan rumah warga dan puluhan hektar areal sawah, hujan deras yang mengguyur Jembrana, Sabtu (23/10) nyaris memakan korban jiwa.
Hujan deras yang mengguyur Jembrana selama lima jam, Sabtu (23/10) nyaris memakan korban jiwa. Rumah milik Ketut Sutarwa di Dusun Munduk Kendung, Berangbang, Negara hancur berantakan setelah tertimpa longsoran tanah.
“Kejadiannya sekitar jam tiga sore saat hujan masih turun deras. Kalau saja istri dan anak-anak saya tidak cepat menghindar, mungkin akan terjadi korban. Kami bersyukur bisa selamat dari musibah ini,” kata Sutarwa yang mengaku saat kejadian sedang berada di kebunnya.
Akibat tertimpa longsoran, seluruh bangunan rumah dan dapur hancur sementara isinya tertimbun tanah dan reruntuhan bangunan.
“Semua perabotan rumah tangga terkubur tanah longsoran dan reruntuhan bangunan,” ujarnya.
Atas musibah ini, Sutarwa belum bisa memprediksi kerugian yang dialaminya karena saat ini dirinya dibantu warga sekitarnya masih berusaha menyelamatkan barang-barang yang tertimbun.
Sementara air yang menggenangi ruas jalan di Banjar Munduk, Kaliakah, Negara nyaris memakan korban jiwa. Arus air yang mengalir cukup deras sempat menyeret Agus Cakra, seorang siswa SMPN 4 Negara yang melintas di jalan tersebut saat pulang sekolah.
Menurut penuturan saksi mata, Agus Cakra yang baru pulang sekolah dari SMP 4 Baluk nekat menyeberangi genangan air di jalan tersebut. Bocah SMP ini tidak menduga kalau arus pada genangan air tersebut cukup deras sehingga Agus Cakra sempat terseret air sejauh 50 meter.
Beruntung warga setempat yang melihat kejadian tersebut dengan sigap menolong dan membawanya ke RSUD Negara. “Anak tersebut nekat melintasi banjir, karena air terlalu deras malah menyeret anak itu,”ujar I Gusti Putu Darya saksi mata yang melihat kejadian tersebut.
Banjir yang terjadi di Banjar Pangkung Liplip, Kaliakah, Negara merontokkan gudang kayu milik Wayan Rena. Akibatnya sebuah lumbung dan ribuan kubik kayu siap dikirim hanyut terbawa air.
Sedangkan mesin serut kayu milik Rena rusak akibat terendam air. “Gudang saya sudah dua kali terkena banjir. Banjir kali ini yang terparah sehingga menghanyutkan ribuan kubik kayu dan merusakkan gudang serta jineng saya,” ujar Rena.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 170 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 136 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 112 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 96 Kali
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 87 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar