Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
PLN Diharapkan Tidak Pukul Rata
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali merekomendasikan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk tidak memberlakukan kebijakan pukul rata dalam pemasangan listrik prabayar atau sistem Pulsa.
YLPK bahkan merekomendasikan agar PLN tetap menyediakan sambungan reguler atau sistem konvensional bagi masyarakat kelas menengah kebawah.
Direktur YLPK Bali Putu Armaya pada keterangannya di Denpasar, Sabtu (6/11) menegaskan listrik prabayar pada dasarnya lebih mahal dari listrik konvensional, sehingga sangat tidak layak diberikan pada masyarakat kecil. Seharusnya listrik prabayar dikhususkan pada masyarakat kelas menengah keatas.
Menurut Armaya, pemberlakuan sambungan listrik prabayar juga terkesan dipaksakan, mengingat pemberlakuan program listrik prabayar tidak disertai dengan penyediaan layanan pembelian kartu prabayar yang memadai.
Tingkat penyediaan pulsa listrik ini harus lebih menyeluruh, paling tidak PLN harus mempermudah masyarakat mencari kartu listrik prabayar ini, tegas Putu Armaya.
Direktur YLPK Bali Putu Armaya menambahkan dalam implementasi listrik prabayar PLN juga transparan, sebab selama ini cukup banyak pelanggan yang belum mendapatkan akses listrik. Dimana berdasarkan data PLN jumlah daftar tunggu pelanggan di Bali mencapai sekitar 65 ribu pelanggan. (Mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5111 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3426 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2174 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 885 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan