Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
PLN Diharapkan Tidak Pukul Rata
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali merekomendasikan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk tidak memberlakukan kebijakan pukul rata dalam pemasangan listrik prabayar atau sistem Pulsa.
YLPK bahkan merekomendasikan agar PLN tetap menyediakan sambungan reguler atau sistem konvensional bagi masyarakat kelas menengah kebawah.
Direktur YLPK Bali Putu Armaya pada keterangannya di Denpasar, Sabtu (6/11) menegaskan listrik prabayar pada dasarnya lebih mahal dari listrik konvensional, sehingga sangat tidak layak diberikan pada masyarakat kecil. Seharusnya listrik prabayar dikhususkan pada masyarakat kelas menengah keatas.
Menurut Armaya, pemberlakuan sambungan listrik prabayar juga terkesan dipaksakan, mengingat pemberlakuan program listrik prabayar tidak disertai dengan penyediaan layanan pembelian kartu prabayar yang memadai.
Tingkat penyediaan pulsa listrik ini harus lebih menyeluruh, paling tidak PLN harus mempermudah masyarakat mencari kartu listrik prabayar ini, tegas Putu Armaya.
Direktur YLPK Bali Putu Armaya menambahkan dalam implementasi listrik prabayar PLN juga transparan, sebab selama ini cukup banyak pelanggan yang belum mendapatkan akses listrik. Dimana berdasarkan data PLN jumlah daftar tunggu pelanggan di Bali mencapai sekitar 65 ribu pelanggan. (Mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6037 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2363 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2252 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan