Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
300 Sungai di Bali Mengering
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dari 400 sungai di Bali, hampir 300 sungai kini masuk dalam kategori sungai kering atau tanpa aliran air. Kondisi ini terjadi menyusul mengeringnya sumber-sumber mata air di daerah hulu karena rusaknya vegetasi tanaman di daerah hulu.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bali Anak Agung Alit Sastrawan pada keterangannya di Denpasar (11/1) menyatakan sungai-sungai kering tersebut kini hanya menjadi sungai tadah hujan atau sungai yang hanya mengalirkan air pada musim penghujan. Alit Sastrawan mengakui tengah melakukan upaya rehabilitasi kawasan hulu untuk mengembalikan sumber-sumber mata air tersebut.
"Dengan makin banyak nanam pohon dengan bio-pori ini akan memperbaiki air tanah kita sehingga muncul mata air. Dengan munculnya mata air sungai sungai itu akan kembali berair," ujar Anak Agung Alit Sastrawan.
Alit Sastrawan menyebutkan mengeringnya mata air di daerah hulu tidak saja diakibatkan oleh rusaknya vegetasi tanaman di daerah hulu, tetapi juga tingginya intensitas pengambilan air bawah tanah di daerah hilir. Kondisi ini yang menyebabkan pemerintah provinsi Bali memberlakukan kebijakan menaikkan pajak air bawah tanah hingga 1000 persen.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5952 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2294 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2229 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan