Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
300 Sungai di Bali Mengering
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dari 400 sungai di Bali, hampir 300 sungai kini masuk dalam kategori sungai kering atau tanpa aliran air. Kondisi ini terjadi menyusul mengeringnya sumber-sumber mata air di daerah hulu karena rusaknya vegetasi tanaman di daerah hulu.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bali Anak Agung Alit Sastrawan pada keterangannya di Denpasar (11/1) menyatakan sungai-sungai kering tersebut kini hanya menjadi sungai tadah hujan atau sungai yang hanya mengalirkan air pada musim penghujan. Alit Sastrawan mengakui tengah melakukan upaya rehabilitasi kawasan hulu untuk mengembalikan sumber-sumber mata air tersebut.
"Dengan makin banyak nanam pohon dengan bio-pori ini akan memperbaiki air tanah kita sehingga muncul mata air. Dengan munculnya mata air sungai sungai itu akan kembali berair," ujar Anak Agung Alit Sastrawan.
Alit Sastrawan menyebutkan mengeringnya mata air di daerah hulu tidak saja diakibatkan oleh rusaknya vegetasi tanaman di daerah hulu, tetapi juga tingginya intensitas pengambilan air bawah tanah di daerah hilir. Kondisi ini yang menyebabkan pemerintah provinsi Bali memberlakukan kebijakan menaikkan pajak air bawah tanah hingga 1000 persen.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2955 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2019 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun