Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Satu Setengah Jam, Dua Tewas Di Jalur Setan

Minggu, 30 Januari 2011, 21:04 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Jalan raya jurusan Denpasar-Gilimanuk memang benar-benar jalur setan bagi para penggunanya. Bahkan hanya dalam tempo 1,5 jam, dua nyawa melayang di jalur Jawa-Bali tersebut.Lakalantas pertama terjadi di km 85 tepatnya di Dusun Tembles, Penyaringan, Mendoyo pada Sabtu (29/1) malam sekitar pukul 23.00 wita.

Lakalantas maut ini berawal dari mobil Toyota Avanza DK 1244 QM yang dikemudikan Kadek Prapta Surya Wesnawa (26), seorang PNS warga Dusun Berawan Salak, Banyubiru, Negara yang melaju dari arah timur.

Ketika memasuki TKP dengan medan tikungan landai ke kanan, Avanza yang mengangkut keluarga   itu tersebut oleng dan masuk ke jalur kanan. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan, muncul truk DK 9416 AO yang dikemudikan Iskandar (40), warga Kalibaru, Banyuwangi, sehingga tabrakan tidak terhindarkan.

Akibatnya Niken Herawati (23), istri Wesnawa yang juga PNS Pemkab Jembrana tewas di TKP setelah kepalanya pecah dan luka robek di bibir bawah dan kepala sampai mata kanannya mengalami luka robek.

"Akibat benturan keras, kepala korban pecah dan meninggal di tempat," ujar Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP I Nyoman Nuryana, saat mendampingi Kapolres Jembrana, AKBP Irfing Jaya, Minggu (30/1).

Sementara Ni Luh Kamar Asih (51) dan Putu Gede Tumulia Esnawa, yang keduanya juga PNS dan orang tua Wesnawa serta Wesnawa sendiri hanya mengalami luka lecet.Berselang satu setengah jam kemudian, giliran Ketut Raka (40) menjadi tumbal di jalur setan setelah mengalami lakalantas di km 60 tepatnya di Dusun Dauh Tukad, Pengeragoan, Pekutatan.

Warga Dusun Pengeberengan. Lumbung, Selemadeg Barat, Tabanan ketika itu mengendarai motor Suzuki DK 3169 GI dan membonceng Made Heri Susanto (45) melaju dari arah barat.

Setibanya di TKP Raka tidak melihat ada truk L 8012 ZO yang keluar dari tempat parkirnya dan diatur oleh petugas parkir mempergunakan lampu pengatur lalu lintas. Karena kaget Raka banting stang ke kanan sehingga membuat motornya oleng lalu menabrak minibus KT 1177 AL yang berhenti untuk memberikan truk itu keluar.

Akibat kerasnya benturan dengan minibus yang dikemudikan Eko Winarno (50) asal Nusa Dua, Badung, Raka tewas di TKP dengan leher patah dan kepalanya robek. "Sementara Made Heri Susanto yang dibonceng mengalami luka di pelipis dan lecet pada lutut kanannya," terang Nuryana.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami