Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Kualitas Air Kemasan Produk Lokal Bermasalah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masyarakat Bali diingatkan untuk mulai hati-hati dalam mengkonsumsi air minum kemasan terutama produk lokal. Kondisi ini yang menyebabkan Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLPKI) merekomendasikan kepada Dinas Kesehatan Bali dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan pengujian laboratorium terhadap air kemasan produk lokal yang marak beredar di Bali.
Belum lagi air minum kemasan produk lokal tersebut tidak memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI) dan tidak memiliki ijin kesehatan dari BPOM dan Dinas Kesehatan.Direktur YLPKI Bali Putu Armaya pada keteranganya di Renon, Jumat (11/2) menyatakan rata-rata masyarakat mengeluhkan rasa air yang pahit dan berbau.
Kondisi ini yang menyebabkan masyarakat resah akan adanya kemungkinan dampak negative terhadap kesehatan."Selain rasa warna, nah sekarang itu warnanya sudah berubah, warna kehitam-hitaman yang dikeluhkan konsumen ketika kita tanyakan. Setelah itu kita cek dan minggu ini kita akan serahkan data ini ke Dinas Kesehatan dan Bali POM," ujar Putu Armaya.
Armaya menegaskan hingga saat ini ada 2 merk air minum kemasan yang laporkan masyarakat, namun tidak menutup kemungkinan masih ada merk lain yang kualitas airnya tidak sesuai dengan standar air minum.Armaya berharap BPOM dan Dinas Kesehatan Bali juga melakukan pengecekan kualitas air pada depot air isi ulang. Mengingat cukup banyk depot air isi ulang yang tidak memiliki ijin.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3401 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 2822 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1909 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan