Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kangen Ibu, Anak Nekad Gantung Diri

Minggu, 27 Februari 2011, 19:57 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kangen dengan ibunya yang bekerja di Taiwan, seorang perempuan berusia 21 tahun, Eka Agustina (21) nekad gantung diri di dalam gudang merangkap kamar, pada Minggu (27/02) malam.

Ulah pati ini dilakukannya setelah bibinya pergi merayakan imlek di Hotel Grand Bali Beach (GBB), Sanur. Menurut Kapolsek Denpasar selatan AKP Leo Marthin Pasaribu SiK, sekitar pukul 18.30 Wita, Chie Lie Sing Banti, bibi dari Eka Agustina berangkat ke GBB hendak merayakan imlek bersama anaknya yang bernama Imelda Sutoyo (16).

Usai imlek sekitar pukul 23.00 Wita, mereka pun pulang. Sesampainya di rumah, mereka tidak menemukan Eka Agustina. Dicari kemana mana, sosok yang bersangkutan tidak kelihatan. Tatkala dicari didalam gudang yang merangkap sebagai kamar pembantu, kedua saksi curiga karena pintu sulit dibuka.

"Pintu sulit dibuka karena terhalang sesuatu dan akhirnya korban ditemukan gantung diri," terangnya. Saat pintu dibuka, mereka kaget melihat korban gantung diri dengan seutas tali rapia warna hitam. Korban gantung diri dengan mengenakan baju tidur warna putih corak kembang kembang. Keluarga dan warga setempat langsung membawa jasad korban ke RSUP Sanglah.

Kepada polisi, bibi korban Chie Lie Sing Banti mengatakan, awalnya mereka tidak curiga atas prilaku nekad korban. Namun, mereka pun mengakui bahwa korban sempat diajak ke GBB tapi korban menolak dengan alasan tidak enak badan. Hanya saja, mereka menduga bahwa korban nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena rasa kangen terhadap ibunya.

Selama ini korban sering mengeluh ingin bertemu dengan ibunya yang bekerja di Taiwan. Wajar saja, korban sendiri tidak memiliki ayah lagi karena sudah meninggal dan dia hanya dititipkan ke bibinya. "Pernah ibunya diminta pulang untuk menjaga korban, tapi ibunya tidak mau pulang karena masih kerja di Taiwan," ungkapnya didampingi Kanitreskrim Iptu Pandji Ramadan.

 

Kapolsek mengatakan, tidak ada kekerasan ditemukan ditubuh korban. Namun, pihaknya berencana akan melakukan otopsi terhadap jasad korban. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa korban murni gantung diri. "Kita akan otopsi guna memastikan penyebab kematian korban," tegasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami