Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bali Harus Evaluasi Pajak Sawah

Kamis, 10 Maret 2011, 16:49 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Pemerintah provinsi Bali diminta untuk mengevalusi ulang besaran pajak tanah sawah yang dibebankan kepada petani pemilik sawah. Sebab pajak sawah yang tinggi menyebabkan petani berpikir untuk menjual lahan sawahnya.

[pilihan-redaksi]

Ketua Umum SPI Henry Saragih pada keterangannya di Nusa Dua, Kamis (10/3) menyatakan seharusnya ada perbedaan pajak tanah sawah dengan tanah hotel, walaupun lokasinya sama. Hal ini untuk dapat tetap mempertahankan sektor pertanian Bali dan tanah pertanian Bali yang semakin sedikit.

Henry Saragih bahkan merekomendasikan kepada Bali untuk menghentikan pembangunan fasilitas pendukung pariwisata, guna menahan laju alih fungsi lahan di Bali.

"Dan memang melarang industri-industri hotel yang skala luas. Misalnya main golf, gak usah ada di Bali, kalau main golf cari pulau lain. Gak mesti di Bali main golf, saya terus terang mengatakan, itukan industri haram," tegas Henry Saragih.

Henry Saragih berharap Bali tetap mampu mempertahankan sektor pertanian dan tidak tergantung pada sektor pariwisata. Apalagi industri pariwisata sangat sensitif terhadap situasi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami