Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pusat Diminta Mediasi Pemkab dan Provinsi Bali
BERITABALI.COM, BULELENG.
Terkait tarik ulur pembebasan Tanah warga yang akan digunakan untuk Pembangunan dan perluasan Bandara Letkol Wisnu di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, Kepala kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Buleleng, Ir. Gede Darmaja, Msi, mengisyaratkan bahwa pemerintah pusat, mau tidak mau harus turun tangan. Karena menyakut sengketa klaim kepemilikan tanah di wilayah tersebut seperti Bandara ini akan sangat bermanfaat untuk mengembang pembangunan di Buleleng.
Bukan hanya itu Darmaja juga menjelaskan bahwa Multipalayer effect dari pembangunan bandara di Bali Utara ini akan sangat besar, ucapnya hari ini. Hal lainnnya dalah dari beberapa kajian yang dilakukan Bandara di Buleleng akan mengentaskan kebuntuan pembangunan di wilayah Bali Timur dan Bali Barat, sehingga hal ini harus segera direalisasikan.
Kendala sampai saat ini adalah status lahan di gerokgak, dan kalau seandainya dipindahkan ke wilayah lain seperti kecamatan Sawan atau Tejakula akan kurang strategis karena akan merusak lahan subur diwilayah tersebut, serta cadangan pengairan yang strategis di Buleleng.
Sehingga resiko terkecil adalah di Buleleng barat yang meliputi 3 (tiga) desa disekitar Bandara yakni Pejarakan, Pemuteran dan Sumberklampok merupakan lahan poetensial ini juga mesti dipertimbangkan, tukasnya.
Seperti diketahui dari agreement G to G ( Government to Government) Republik Indonesia dan India sudah menyiapkan MoU dan sepakat memulai kerjasama pembangunan Bandara ini pada 2013 nanti. Sedangkan jika rencana ini harus dilaksanakan diperkirakan akan ada relokasi sebagian penduduk di 3 (tiga) desa ini. Sementara dari aspek sarana dan prasarana yang ada sudah siap seperti sarana akomodasi dan penginapan serta transportasi yang memadai.
Dari aspek teknis lainnya sudah dilakukan kajian sampai 34%, dari segala aspek seperti klimatologi, arah angin, dan kekuatan tanah dan batuan di dalamnya. "Hasilnya sangat menggembirakan kita dan sangat standard menjadi salah satu Bandara Internasional di Bali," pungkas Darmaja.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5835 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2191 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan