Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pusat Diminta Mediasi Pemkab dan Provinsi Bali

Sabtu, 12 Maret 2011, 18:34 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Terkait tarik ulur pembebasan Tanah warga yang akan digunakan untuk Pembangunan dan perluasan Bandara Letkol Wisnu di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, Kepala kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Buleleng, Ir. Gede Darmaja, Msi, mengisyaratkan bahwa pemerintah pusat, mau tidak mau harus turun tangan. Karena menyakut sengketa klaim kepemilikan tanah di wilayah tersebut seperti Bandara ini akan sangat bermanfaat untuk mengembang pembangunan di Buleleng.

 

Bukan hanya itu Darmaja juga menjelaskan bahwa Multipalayer effect dari pembangunan bandara di Bali Utara ini akan sangat besar, ucapnya hari ini. Hal lainnnya dalah dari beberapa kajian yang dilakukan Bandara di Buleleng akan mengentaskan kebuntuan pembangunan di wilayah Bali Timur dan Bali Barat, sehingga hal ini harus segera direalisasikan.

Kendala sampai saat ini adalah status lahan di gerokgak, dan kalau seandainya dipindahkan ke wilayah lain seperti kecamatan Sawan atau Tejakula akan kurang strategis karena akan merusak lahan subur diwilayah tersebut, serta cadangan pengairan yang strategis di Buleleng.

Sehingga resiko terkecil adalah di Buleleng barat yang meliputi 3 (tiga) desa disekitar Bandara yakni Pejarakan, Pemuteran dan Sumberklampok merupakan lahan poetensial ini juga mesti dipertimbangkan, tukasnya.

Seperti diketahui dari agreement G to G ( Government to Government) Republik Indonesia dan India sudah menyiapkan MoU dan sepakat memulai kerjasama pembangunan Bandara ini pada 2013 nanti. Sedangkan jika rencana ini harus dilaksanakan diperkirakan akan ada relokasi sebagian penduduk di 3 (tiga) desa ini. Sementara dari aspek sarana dan prasarana yang ada sudah siap seperti sarana akomodasi dan penginapan serta transportasi yang memadai.

 

 

Dari aspek teknis lainnya sudah dilakukan kajian sampai 34%, dari segala aspek seperti klimatologi, arah angin, dan kekuatan tanah dan batuan di dalamnya. "Hasilnya sangat menggembirakan kita dan sangat standard menjadi salah satu Bandara Internasional di Bali," pungkas Darmaja.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami