Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Jro Mangku Dilaporkan Ke Polisi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Karena menolak ngaturang banten (memberi pelayanan agama di pura), seorang Jro Mangku yang bertugas memimpin persembahyangan di Pura Dalem Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng, dilaporkan ke polisi.
[pilihan-redaksi]
Jro Mangku Gede Gargita (40) yang keseharian sebagai pemangku di Pura Dalem Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng dilaporkan ke Mapolres Buleleng oleh I Gede Oktiawan (27), warga Dusun Tabang Desa Bebetin. Pasalnya Sang Jro Mangku menolak menghaturkan banten (sesajen) yang dibawa korban saat mau bersembahyang.
"Kasus yang dilaporkan ke polisi tersebut diduga terkait dengan sejumlah permasalahan yang terjadi di Desa Bebetin, namun demikian polisi masih mempelajari dan memperdalam kasus penolakan yang dilakukan seorang Jro Mangku," ujar Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Nyoman Sukasena, Kamis (24/3).
Dari laporan korban I Gede Oktiawan di Mapolres Buleleng menyebutkan, bersama sejumlah keluarganya bermaksud melakukan persembahyangan di Pura Dalem Desa Pakaraman Bebetin. Namun saat banten dan berbagai perlengkapan telah dibawa ke Pura Dalem, pelaku Jro Mangku Gede Gargita tidak mau menghaturkan banten tersebut.
Dari sejumlah keterangan menyebutkan, alasan pelaku Jro Mangku Gede Gargita tidak mau melaksanakan tugasnya sebagai seorang pemangku lantaran ditelpon oleh Nyarikan Desa Pakraman Bebetin yang melarang pelaku untuk memberikan pelayanan secara agama kepada korban.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan