Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Tradisi Ruwatan Segara, Kearifan dalam Menjaga Laut
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebagai bentuk upaya menjaga kelestarian laut, nelayan Pulau Serangan Denpasar menggelar sebuah prosesi upacara secara hindu dalam bentuk ruwatan segara (meruwat laut). Prosesi ruwatan diawali dengan persembahyangan kemudian menenggelamkan sebuah media tanam terumbu karang dalam bentuk gentong ke tengah laut.
[pilihan-redaksi]
Ketua kelompok nelayan Sari Mertasegara Wayan Patut saat ditemui Beritabali.com di Serangan, Sabtu (30/4) menyatakan upacara ruwatan segara merupakan upaya dari nelayan Pulau Serangan untuk menjaga ekologi laut pulau serangan. Melalui upacara ini nelayan Serangan berharap laut tetap memberikan berkah penghidupan.
"Ketika kondisi ekosistem bawah laut sehat maka habitat ekosistem laut semakin beragam keberadaanya dibawah laut. Sehingga juga menyebabkan nelayan tidak lagi susah jauh-jauh mencari ikan," ujar Wayan Patut.
Wayan Patut menambahkan ruwatan juga bertujuan memulihkan kembali kelestarian trumbu karang di pantai Serangan yang sempat mengalami kerusakan pada 1996 akibat reklamasi pantai. Dimana reklamasi yang menyebabkan perubah luas pulau dari 112 hektar menjadi 4 kali dari luas awal telah menyebabkan 5 hektar kawasan trumbu karang mengalami kerusakan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 405 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 356 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 350 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang