Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Bupati Geredeg: Itu Hanya Sambilan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pengambilan pasir laut kian semakin marak di pesisir pantai di Kabupaten Karangasem. Salah satunya di Desa Bug-Bug di depan Balai produksi induk udang unggul dan kekerangan di Karangasem.
Namun Bupati Karangasem, Wayan Geredeg mengakui mengalami kesulitan dalam menanggulangi aksi pencurian pasir laut oleh masyarakat tersebut. Apalagi pencurian pasir laut tersebut dilakukan oleh masyarakat yang bermukim di pesisir pantai.
Menurut Geredeg, dari beberapa kali dilakukan penertiban tetap saja pencurian pasir laut dilakukan oleh masyarakat. Bahkan masyarakat yang tertangkap tangan mengambil pasir laut meminta diberikan mata pencaharian lain sebagai tumpuan hidup.
”Namanya isi perut masyarakat, kadang-kadang kita sulit berbicara terlalu ekstrem terhadap masyarakat, ya tentu kita melihat sebuah irama. Pertanyaan mereka pasti, tolong pak berikan saya pekerjaan, karena mereka hanya punya keahlian seperti itu. Saya kira itu hanya sebagai sambilan saja,” ujar Wayan Geredeg. Bupati Karangasem, Wayan Geredeg mengakui selama ini retribusi dari penambangan galian C seperti pasir dan batu merupakan sumber pemasukan PAD terbesar bagi Kabupaten ujung Timur Bali tersebut. Pada tahun lalu dari Rp. 62 Milyar pemasukan PAD hampir lebih dari 50 persen bersumber dari retribusi galian C.
Sedangkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan I Ketut Artama mengakui kesulitan penertiban karena terbatasnya biaya operasional. Selain itu pengambilan pasir merupakan kebutuhan masyarakat semata dan wilayah pengambilan juga wilayah desa adat.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3808 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1750 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang