Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Pemkot Denpasar Lestarikan Tari Baris Cina
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tari Baris Cina dan Gong Beri merupakan warisan budaya leluhur krama (warga) Renon yang hingga kini tetap ajeg lestari. Tari Baris Cina dengan instrumen pengiring Gong Beri ini sudah menjadi seni budaya khas Desa Renon dan dilestarikan oleh Pemerintah Kota Denpasar.
Meski disakralkan oleh masyarakat setempat, tari Baris Cina ini sempat ditampilkan duplikatnya pada pawai Pesta Kesenian Bali ke-33 di Depan Jaya Sabha beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Kebudayaan Denpasar I Made Mudra, yang ditemui di ruang kerjanya Selasa (21/6), mengatakan mengingat kesakralan dari tarian ini, timbullah ide membuat duplikat perangkat gambelan gong Beri dan Pakaian Penari baris Cina.
Sebelum dipertunjukan pada pawai, para penari dan penabuh nangkil (sembahyang) di Pura Dalem Desa Pekraman Renon. Hal ini untuk meminta petunjuk sehingga diberikan kelancaran saat pementasan nanti, ujar Mudra.
Setelah melakukan persembahyangan penampilan tari Baris Cina pada ajang PKB berjalan lancar.
Ditampilkannya Tari Baris Cina sebagai Duta Denpasar pada ajang PKB karena tarian yang disakralkan oleh masyarakat Renon telah mampu menyatu dengan masyarakat setempat. Penampilan ini juga sangat tepat sesuai dengan tema PKB ke-33 Desa Kala Patra.
Instrumen Gong Beri terdiri dari sungu, ber, bor/bar, tawa-tawa ageng, tawa-tawa alit, kempli, kajar, bebende, klenang, cenceng dan beduk.
Sedangkan Tari Baris Cina terdiri atas dua kelompok penari yang semuanya laki-laki di mana setiap kelompok terdiri atas sembilan pragina termasuk satu orang komandan yang disebut pangater.
Kelompok pertama mengenakan pakaian hitam dan disebut Baris Selem, sedangkan kelompok lainnya berpakaian putih yang disebut Baris Putih.
"Gerakannya mirip dengan pencak silat. Mereka membawa senjata pedang," ujarnya.
Mudra menambahkan, tari Baris Cina terbagi dalam tiga babak pementasan. Diawali dengan penampilan Baris Selem yang diiringi gamelan Gong Beri dengan tabuh Baris Gede. Dilanjutkan dengan penampilan Baris Putih yang diiringi tabuh Baris Cenik.
Pada babak terakhir merupakan babak pasiat yang menggambarkan peperangan antara Baris Selem dan Baris Putih.
"Pada puncak pementasan, penabuh dan penari biasanya kerauhan (kesurupan). Saat kerauhan, mereka biasanya sering mengeluarkan ucapan dalam bahasa Cina," jelasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 497 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 387 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 381 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik