Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Polda Bali Larang Penjualan Mercon
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polda Bali melarang peredaran petasan atau mercon dan termasuk semua jenis kembang api mainan yang menimbulkan efek ledakan.
Demikian ditegaskan Kapolda Bali Irjen Pol Totoy Herawan Indra, pada Senin (08/08). Kapolda mengingatkan kepada jajarannya untuk mendorong fungsi Bimmas dan Humas untuk memberikan penerangan kepada masyarakat tentang larangan pembuatan, pembawaan, penimbunan dan membunyikan petasan atau mercon.
Kapolda mengatakan, membedakan kembang api yang diijinkan dan dilarang sesuai undang undang bunga api 1932 In nomor 9 Perkap nomor 2 tahun 2008 bahwa bunga api yang telah memiliki ijin impor/produksi dari Baintelkam Mabes Polri kurang dari 2 inchi tidak memerlukan izin pembelian dan penggunaan, Sehingga dapat diperjual-belikan kepada masyarakat. Namun demikian tetap diawasi dalam peredarannya dan tidak perlu dilakukan penyitaan/pemusnahan karena sudah sesuai dengan aturan yang ada.
Sedangkan yang berukuran 2 sampai dengan 8 inchi harus ada ijin pembelian dan penggunaan yang diterbitkan oleh mabes Polri untuk kepentingan pertunjukan (show).
Kapolda berharap, peredaran dan penggunaan bunga api di wilayah Polda Bali agar disesuaikan dengan surat keterangan izin yang sudah dikeluarkan oleh Polda Bali, bila sudah mati agar diarahkan untuk membuat kembali surat keterangan izin penjualan bunga api. Demikian juga bunga api illegal yang tidak memiliki izin dari Baintelkam mabes Polri dan petasan atau mercon baik ukuran besar dan kecil, dilarang untuk diperjual-belikan dan dipergunakan untuk dinyalakan.
“Apabila kita temukan dapat dilakukan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kapolda.
Kapolda menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Bali agar selalu waspada terhadap kemungkinan adanya pihak pihak yang tidak bertanggung jawab yang akan memanfaatkan situasi bulan Ramadhan (puasa) dan Idul Fitri untuk maksud tertentu yang dapat meresahkan masyarakat Bali.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun