Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tahun 1980-an Keasrian Kuta Mulai Hilang

kuta

Kamis, 25 Agustus 2011, 09:52 WITA Follow
Beritabali.com

flickr.com/gang poppies tahun 1985

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Pada era tahun 1980-an, keasrian pantai Kuta mulai berkurang. Pohon-pohon alami yang sebelumnya  tumbuh di pinggir pantai mulai dibersihkan, termasuk pohon katang-katang yang berfungsi untuk 'menjaga' pasir pantai agar tidak mengalami abrasi. Berikut penuturan pendiri Balawista atau penyelamat  Pantai Kuta, I Gde Berata, salah seorang saksi sejarah perjalanan wisata kuta sejak era tahun 1960 an.

Tahun 1984, pantai Kuta yang sebelumnya asri dan terbuka, dipagari oleh Bupati Badung waktu itu Pande Made Latra. Alasannya demi ketertiban dan keamanan pantai.

Waktu itu, kata Gede Beratha, protes bermunculan. Yang tidak setuju pantai Kuta dipagari berpendapat Pantai Kuta tidak selayaknya dipagari karena merupakan pantai untuk umum (public beach).

"Setelah diprotes, akhirnya tembok yang dibuat pemkab Badung untuk memagari Pantai Kuta kembali dibongkar sehingga pantai kembali terbuka tidak ada pagarnya," ujar Berata.  

Seiring waktu, keasrian pantai Kuta pun perlahan mulai berkurang. Banyak pohon yang hilang ditebang untuk kepentingan pembangunan berbagai fasilitas pendukung pariwisata di Kuta

"Tahun 1989 semua pohon-pohon yang ada di pinggir pantai Kuta dibersihkan. Turis-turis waktu itu pada nangis melihat pohon yang sebelumnya tumbuh alami di sepanjang pantai seperti pohon katang-katang, pandan, dan padanggalak dibabat habis. Waktu itu pemerintah ingin pantai Kuta bersih," jelas Beratha.

Tahun 1980-an, Pantai Kuta berkembang menjadi kawasan wisata favorit khususnya untuk turis Australia yang ingin berselancar. Hotel berbintang dan melati mulai masuk ke kawasan ini.



Tahun 1990-an Kuta mengalami booming turis. Ribuan kamar selalu penuh dan penduduk mulai mengubah bagian depan rumahnya menjadi art shop. Mereka menjual aneka jenis souvenir dengan harga relatif murah. 





 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami