Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Kemarau Berkepanjangan, Petani Pasrah
jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Petani di daerah Kecamatn Mendoyo, Kabupaten Jembrana, saat ini hanya bisa pasrah. Sebelumnya sawah mereka terkena banjir. Kini mereka dihadapkan dengan kenyataan kemarau panjang sejak bulan juli lalu.
Kondisi ini bisa berimbas pada gagal panen. Akibat hujan yang tak kunjung turun, lahan pun menjadi kering, bahkan tanah menjadi retak. Takut rugi, banyak petani yang memilih tidak menanam di lahan mereka.
“Sekarang sudah musim kemarau. Jadi banyak tanaman padi yang kering,” kata Ida Bagus Putu Sugandhi, salah satu petani. Menurutnya, seharusnya saat ini tanaman padinya sudah tumbuh tinggi. Pertumbuhannya terhambat karena tidak mendapat pasokan air yang cukup.
Lahan yang kekeringan pada sawah mereka seluas 1 hektar lebih. Ini mengakibatkan gagal panen. Selain kekeringan, saluran irigiasi perairan juga tampak kekeringan, seperti di bendungan Desa baluk. Debit air di bendungan tersebut sangat kecil. Sehingga tidak mampu mengairi hektaran sawah dihilir bendungan. Jika dalam kondisi normal bendungan tersebut debir air mencpai 1,5 meter.
Dari data yang diperoleh di Dinas Pertanian Kabupaten Jembrana menyebutkan, dari luas lahan pertanian di Kabupaten Jembrana sekitar 6.832 hektar, luas lahan pertanian yang mengalami kekeringan mencapai 6.255 hektar. Sedangakan 577 hektar lahan yang kering petani mencoba untuk menanam palawija.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3795 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang