Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 24 Juni 2026
Kemarau Berkepanjangan, Petani Pasrah
jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Petani di daerah Kecamatn Mendoyo, Kabupaten Jembrana, saat ini hanya bisa pasrah. Sebelumnya sawah mereka terkena banjir. Kini mereka dihadapkan dengan kenyataan kemarau panjang sejak bulan juli lalu.
Kondisi ini bisa berimbas pada gagal panen. Akibat hujan yang tak kunjung turun, lahan pun menjadi kering, bahkan tanah menjadi retak. Takut rugi, banyak petani yang memilih tidak menanam di lahan mereka.
“Sekarang sudah musim kemarau. Jadi banyak tanaman padi yang kering,” kata Ida Bagus Putu Sugandhi, salah satu petani. Menurutnya, seharusnya saat ini tanaman padinya sudah tumbuh tinggi. Pertumbuhannya terhambat karena tidak mendapat pasokan air yang cukup.
Lahan yang kekeringan pada sawah mereka seluas 1 hektar lebih. Ini mengakibatkan gagal panen. Selain kekeringan, saluran irigiasi perairan juga tampak kekeringan, seperti di bendungan Desa baluk. Debit air di bendungan tersebut sangat kecil. Sehingga tidak mampu mengairi hektaran sawah dihilir bendungan. Jika dalam kondisi normal bendungan tersebut debir air mencpai 1,5 meter.
Dari data yang diperoleh di Dinas Pertanian Kabupaten Jembrana menyebutkan, dari luas lahan pertanian di Kabupaten Jembrana sekitar 6.832 hektar, luas lahan pertanian yang mengalami kekeringan mencapai 6.255 hektar. Sedangakan 577 hektar lahan yang kering petani mencoba untuk menanam palawija.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun