Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tukang Sampah Adu Jotos Dengan Brimob

denpasar

Rabu, 12 Oktober 2011, 18:37 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Perkelahian tidak seimbang terjadi antara supir tukang sampah dengan seorang oknum anggota Brimob Polda Bali. Kejadian itu terjadi di depan rumah dinas Konsulat Australia di Jalan Mertasari, Sanur, Denpasar, pada Rabu (12/10) pagi.  Merasa dianiaya oknum anggota Brimob, Nyoman Suardana (tukang sampah) melaporkan penganiayaan tersebut ke Polsek Denpasar selatan. Sementara oknum anggota Brimob, Briptu Dewa Made Dwipayuda masih menjalani pemeriksaan.

Menurut Nyoman Suardana, dia dianiaya anggota Brimob itu dengan menggunakan senjata laras panjang jenis SS1. penganiayaan itu berlangsung pada Rabu (12/10) di depan rumah dinas konsulat Australia di Jalan Mertasari, Sanur, Denpasar.

Sebelumnya, korban mengendarai truk sampah lewat di rumah dinas Konsulat Australia sekitar pukul 06.00 Wita, bersama rekannya, Rohmat dan Suparman. Tiba-tiba dia dihadang oleh anggota Brimob yang sedia sedang piket jaga di depan rumah konsulat.

Korban mengaku tidak mengerti mengapa dia dicegat. Namun setahunya, dia pernah ribut dengan anggota Brimob tersebut di kawasan Jalan Danau Poso Gang Wanasari, Sanur.

“Sepertinya dia (anggota Brimob) masih dendam dengan saya,” urai korban yang beralamat di Jalan Sekarwaru, Blanjong, Sanur.

Korban kemudian meminggirkan mobil truk. Tak lama, mereka terlibat cekcok mulut. Diduga karena kesal di caci maki, korban naik pitam dan langsung menghajar anggota Brimob tersebut.



"Mata kanannya saya pukul dari atas mobil,” ungkap korban.

Dipukul tukang sampah, anggota Brimob tadi emosi dan menggedor-ngedor pintu truk sembari memintanya untuk turun dari mobil. Tak mau dibilang pengecut, korban turun dari truk dan menghampiri. Anggota Brimob kemudian berlari ke pos jaga yang berjarak 10 meter dan mengambil senjata SS1. Popor SS1 itu dihantam ke wajah korban. Akibatnya, korban tersungkur ke tanah. Korban kembali di hajar hingga babak belur dengan pukulan dan tendangan sepatu

"Saat dipukul popor senjata saya pingsan,” terangnya.

Rekan korban, Suparman, yang ikut turun dari truk mengaku tidak bisa membela temannya karena melihat anggota Brimob tersebut berkelahi membawa senjata api. Dia mengaku melihat anggota Brimob tersebut menodongkan senjata yang sudah dikokang kepada korban.

“Teman saya mau ditembak, dia bilang saya tembak kamu," ujar Suparman.

Dikonfirmasi wartawan, Kaden A Pelopor Sat Brimob Polda Bali, Kompol IN Carmadana mengklaim kejadian tersebut perkelahian dan bukan penganiayaan. Dia juga mengatakan, bahwa perkelahian itu bukan diawali oleh anggotanya tapi oleh si tukang sampah.

“Anggota saya yang dipukul duluan," belanya.

Walau demikian, Carmadana mengakui bahwa perilaku anak buahnya tetap akan diproses secara hukum.

Anggotanya kini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Densel. Bahkan, proses pemeriksaan juga akan dilakukan secara internal di kesatuan Brimob.

"Dari kronologisnya anggota saya melakukan tindakan yang berlebihan. Dia tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya lagi.

Akan tetapi ayah korban, Ketut Rempon mengatakan tidak akan memperpanjang kasus tersebut ke polisi. Dia berharap penyelesaiannya dilakukan secara kekeluargaan.

"Yang jelas, saya tidak mau memperpanjang masalah ini," urainya saat ditemui di Polsek Densel. (spy)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami