Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Petani Bali Tak Serius Olah Lahan Pertanian
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Kalangan DPRD Bali menyayangkan banyaknya lahan pertanian produktif di Bali yang mangrak tidak digarap maksimal. Ini karena para petani tidak lagi konsisten dan serius untuk mengolah lahan pertanian miliknya.
"Hasil pertanian di Bali kenyataannya belakangan ini menurun. Kualitas hasilnya juga masih rendah, sehingga untuk bersaing sangat sulit. Selain itu, generasi muda di Bali kini sudah tidak tertarik lagi untuk bertani. Mereka yang tidak memiliki keterampilan, terutama yang dari pedesaan lebih suka mengadu nasib ke perkotaan untuk mencari pekerjaan, walau pun hasil kerja yang diterima tidak sebanding dengan pengeluarannya,"ujar Wayan Pinta Yadia, anggota Komisi II DPRD Bali di Denpasar, Senin (31/10/2011).
Wayan menambahkan, generasi muda Bali yang berlatar keluarga petani, kini sudah tidak sanggup atau tidak mau lagi untuk mengelola lahan pertanian miliki orang tuanya. Mereka lebih memilih pekerjaan yang cepat menghasilkan, seperti menjadi buruh bangunan atau pekerjaan kasar di perkotaan. Dengan adanya kOndisi ini, kata Wayan, lahan pertanian di Bali dari tahun ke tahun semakin banyak yang terlantar.
"Kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena itu perlu terus disosialisasikan agar mereka bergairah untuk kembali menggarap lahannya. Kalau para petani khususnya generasi muda mau serius menggarap lahannya, maka tanaman yang ditanam akan bisa meningkatkan produksinya,"ujarnya.
"Jika generasi muda bisa meneruskan pekerjaan orang tuanya sebagai petani, maka lahan pertanian produktif tidak akan banyak telantar. Namun yang kita harapkan pada generasi muda untuk menjadi petani yang berpikiran modern dan menggunakan teknologi tepat guna. Bila ini bisa diterapkan di Bali, maka hasil pertanian akan bisa meningkat dan bisa bersaing dengan hasil produksi pertanian dari luar Bali," imbuhnya.
Berdasarkan data yang berhasil diperoleh beritabali.com, dalam kurun waktu 2005 hingga 2010, luas lahan sawah di Bali berkurang 5.206 hektar. (dev)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang