Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Nyepi, Kondisi Pantai Kuta Seperti Tahun 1950-an
BERITABALI.COM, BADUNG.
Saat perayaan Nyepi, kondisi Pantai Kuta yang biasanya ramai berubah menjadi lengang. Kondisi ini mirip dengan kondisi tahun 1950 an, saat Pantai Kuta masih sepi, belum berkembang menjadi daerah tujuan wisata seperti saat ini. Saat hari raya Nyepi Jumat (23/3/2012), suasana pantai kuta yang biasa ramai dikunjungi wisatawan berubah menjadi sepi dan lengang. Tidak tampak wisatawan yang berjemur. Para peselancar juga libur untuk menghormati hari raya Nyepi.
Kondisi pantai Kuta yang sepi ini mirip dengan kondisi Kuta tahun 1950 hingga 1960- an, seperti dituturkan oleh pendiri penyelamat pantai Kuta (balawista) I Gede Beratha. "Tahun 1950-an, 1960-an hingga tahun 1970-an, Pantai Kuta masih amat sepi. Pasirnya putih, ombaknya sangat bagus untuk kegiatan surfing. Hanya ada satu dua wisatawan asing yang ada di pantai, bisa dihitung dengan jari," ujar Gde kepada beritabali.com belum lama ini.
Saat itu, kata Berata, di pinggir pantai Kuta banyak tumbuh pohon kelapa, pohon kreket, pohon katang-katang, padanggalak, dan pandan. "Pohon katang-katang berfungsi untuk menjaga pasir pantai agar tidak terbawa ombak saat pasang," ujar pria kelahiran 20 Juni 1939 ini. Waktu itu hotel di Kuta juga tidak terlalu banyak, hanya ada penginapan-penginapan kecil milik penduduk lokal. Di sepanjang Pantai Kuta waktu itu masih terdapat perahu nelayan yang ditambatkan.
"Pantai Kuta dulu juga dikenal angker. Banyak terdapat kuburan di sepanjang pantai Kuta. Tidak banyak yang berani lewat di pantai waktu malam hari karena keangkerannya," kata Berata. Waktu tahun 1960 an, kata Berata, turis asing juga bisa berlaku bebas di pantai, tidak ada yang menghalang-halangi.
"Turis bisa bebas sebebasnya, bisa telanjang di pinggir pantai. Jaman itu kita bisa melihat banyak turis telanjang di pinggir pantai Kuta. Setelah Tahun 70 an, turis sudah tidak bisa bebas lagi, sudah mulai ada larangan-larangan seperti tidak boleh telanjang di pantai," kenangnya. Karena adanya larangan-larangan, turis asing yang sudah terlanjur biasa bebas mulai bergeser ke pantai Legian, Seminyak, Camplung Tanduk, hingga ke Canggu untuk menyepi.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan