Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Nyepi, Kondisi Pantai Kuta Seperti Tahun 1950-an
BERITABALI.COM, BADUNG.
Saat perayaan Nyepi, kondisi Pantai Kuta yang biasanya ramai berubah menjadi lengang. Kondisi ini mirip dengan kondisi tahun 1950 an, saat Pantai Kuta masih sepi, belum berkembang menjadi daerah tujuan wisata seperti saat ini. Saat hari raya Nyepi Jumat (23/3/2012), suasana pantai kuta yang biasa ramai dikunjungi wisatawan berubah menjadi sepi dan lengang. Tidak tampak wisatawan yang berjemur. Para peselancar juga libur untuk menghormati hari raya Nyepi.
Kondisi pantai Kuta yang sepi ini mirip dengan kondisi Kuta tahun 1950 hingga 1960- an, seperti dituturkan oleh pendiri penyelamat pantai Kuta (balawista) I Gede Beratha. "Tahun 1950-an, 1960-an hingga tahun 1970-an, Pantai Kuta masih amat sepi. Pasirnya putih, ombaknya sangat bagus untuk kegiatan surfing. Hanya ada satu dua wisatawan asing yang ada di pantai, bisa dihitung dengan jari," ujar Gde kepada beritabali.com belum lama ini.
Saat itu, kata Berata, di pinggir pantai Kuta banyak tumbuh pohon kelapa, pohon kreket, pohon katang-katang, padanggalak, dan pandan. "Pohon katang-katang berfungsi untuk menjaga pasir pantai agar tidak terbawa ombak saat pasang," ujar pria kelahiran 20 Juni 1939 ini. Waktu itu hotel di Kuta juga tidak terlalu banyak, hanya ada penginapan-penginapan kecil milik penduduk lokal. Di sepanjang Pantai Kuta waktu itu masih terdapat perahu nelayan yang ditambatkan.
"Pantai Kuta dulu juga dikenal angker. Banyak terdapat kuburan di sepanjang pantai Kuta. Tidak banyak yang berani lewat di pantai waktu malam hari karena keangkerannya," kata Berata. Waktu tahun 1960 an, kata Berata, turis asing juga bisa berlaku bebas di pantai, tidak ada yang menghalang-halangi.
"Turis bisa bebas sebebasnya, bisa telanjang di pinggir pantai. Jaman itu kita bisa melihat banyak turis telanjang di pinggir pantai Kuta. Setelah Tahun 70 an, turis sudah tidak bisa bebas lagi, sudah mulai ada larangan-larangan seperti tidak boleh telanjang di pantai," kenangnya. Karena adanya larangan-larangan, turis asing yang sudah terlanjur biasa bebas mulai bergeser ke pantai Legian, Seminyak, Camplung Tanduk, hingga ke Canggu untuk menyepi.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan