Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Bali Gandeng 33 BUMN Kembangkan PKBL
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali melibatkan 33 BUMN dalam upaya pengembangan program kemitraan bina lingkungan (PKBL). PKBL merupakan program kemitraan pemerintah provinsi Bali dalam upaya melakukan pengentasan kemiskinan dan penyelesaian masalah sosial hingga lingkungan dengan memanfaatkan dana CSR (dana bantuan sosial) dari BUMN yang ada di Bali.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada keterangannya di Renon, Rabu (18/4) menyatakan PKBL dikembangkan guna mensinergikan upaya pengentasan kemiskinan di Bali dengan program-program CSR yang dikembangkan oleh BUMN. Mengingat selama ini cukup banyak program CSR BUMN yang tidak sinergi dengan program pemerintah daerah Bali.
“Selama ini masing-masing dia menyalurkan CSR-nya sendiri sendiri, dan sering kali cendrung dikait-kaitkan dengan promosi, padahal itu menurut undang-undang tidak boleh , jadi dana promosi lain lagi, masuk dana operasional,” tegas Made Mangku Pastika. Pastika menyampaikan untuk tahap awal pengembangan PKBL akan lebih diarahkan pada upaya penyediaan rumah layak huni bagi warga miskin di Bali.
Dimana jumlah rumah tidak layak huni di Bali saat ini mencapai sekitar 13.000 unit dengan jumlah warga miskin di Bali mencapai sekitar 166.200 jiwa.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3050 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1826 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun