Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Harga Babi Turun, Peternak Mengeluh

Kamis, 28 Juni 2012, 20:48 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Sejak dua bulan belakangan ini sejumlah peternak babi di Jembrana mengeluhkan turunnya harga babi di pasaran.

Akibatnya beberapa peternak enggan untuk melanjutkan bisnisnya dan memilih usaha lain sampai harga babi kembali naik. Sementara harga pakanan ternak masih tinggi.

Menurunnya harga babi hidup di pasaran dikarenakan tingkat permintaan terhadap daging di Jembrana menurun.

Informasi yang dihimpun Beritabali.com Kamis (28/6) dari beberapa peternak mengatakan harga babi terus mengalami penurunan. Saat itu harga per kilonya hanya Rp 16 ribu, sedangkan sebelumnya harga babi mencapai Rp 20 Ribu per kilo.

Penurunan harga ini ternyata tidak diimbangi dengan penurunan harga pakanan ternak. Poral misalnya dipasaran harga cendrung stabil yakni Rp 150 ribu per saknya. Dengan kondisi ini menurut beberapa peternak dianggap sangat memberatkan peteranak. Pasalnya hasil yang duidapat sangat minim dan cendrung merugi.

Belum lagi harga bibit babi sangat mahal yakni Rp 500 ribu perekor. Saya berhenti dulu sampai harga babi kembali naik,” terang Wayan Rumen (55) seorang peternak asal Banjar Wali, Desa Yehembang, Mendoyo.

Rumen mengaku sejak dua bulan belakangan ini dirinya sudah tidak lagi memelihara babi lantaran harganya terus menurun.” Masak dalam dua bulan harga babi turun sampai tiga kali,” imbuhnya.

Sementara itu Dewa Ketut Mana (65) peternak babi lainnya mengatakan sejak menurunnya harga babi hidup belakangan ini, dirinya mengaku terpaksa mengurangi memelihara babi.B iasanya saat harga babi masih normal dirinya memelihara sampai 25 ekor babi jenis lendris, kini setelah harga anjlok dirinya hanya memelihara 10 ekor saja.

 

Hal ini terpaksa dilakukan untuk mengurangi resiko merugi. Menurut Dewa Mana, harga babi kemungkinan kembali normal menjelang hari raya Hindu terutama Hari Raya Galungan dan Kuningan mendatang. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami