Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cuaca Buruk Perahu Nelayan Dihantam Gelombang, Satu Tenggelam

Minggu, 22 Juli 2012, 22:12 WITA Follow
Beritabali.com

google.com (ilustrasi)

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Cuaca buruk yang terjadi sebulan belakangan ini kembali melanda perairan Jembrana,  akibatnya empat  nelayan asal Desa Air Kuning, Jembrana perahunya terbalik saat hendak melaut dan satu orang nelayan tengelam akibat perahunya di hantam gelombang setinggi 1 meter.

Cuaca buruk akibat angin yang bertiup kencang di perairan pantai selatan Jembrana ini, bukan hanya mengakibatkan lumpuhnya aktivitas nelayan di hampir semua wilayah pantai Jembrana, juga mengakibatkan dua perahu yang ditumpangi empat  orang nelayan asal Desa Air Kuning, Jembrana,  Edi, Sabanur, Nurholis dan Nasirin terbalik sekitar 15 meter dari pinggir pantai akibat dihantam ombak setinggi lima meter.

Musibah tersebut terjadi Minggu (22/7) pukul 05.00 wita, empat nelayan tersebut hendak melaut untuk mencari ikan dengan menggunakan dua perahu. Saat kedua perahunya baru tersebut sampai sekitar 15 meter dari bibir pantai, tiba-tiba ombak tinggi mengantam kedua perahu tersebut.  Beruntung keempat nelayan tersebut berhasil diselamatkan oleh nelayan lainnya setelah sempat berpegangan di perahu yang terbalik.

Sementara itu disaat bersamaan Antok yang juga nelayan asal Desa Air Kuning perahunya juga dihantam ombak tinggi saat hendak melaut untuk memancing, akibatnya perahu yang digunakannya terbalik. Saat perahu terbalik, Antok sempat terpental jauh dari perahunya dan langsung tenggelam. Nyawa Antok berhasil diselematkan setelah beberapa nelayan setempat berhasil menolongnya.

Perbekel Desa Air Kuning Samsuri saat dikonfirmasi membenarkan kejadian yang menimpa lima nelayannya. Menurutnya kejadian tersebut karena cuaca buruk yang melanda perairan Air kuning sejak sebulan terakhir. Menurut Samsuri sebenarnya para nelayan sudah tidak berani melaut, namun karena tidak ada pekerjaan lain dan saat ini nelayan setempat mengalami paceklik, keempat nelayan tersebut nekad melaut.  Padahal kondisi cuaca sangat membahayakan keselamatan jiwa.

 

“Para nelayan tidak ada yang berani melaut, tapi karena sudah tidak punya bekal di rumah, terpaksa mereka melaut, apa lagi sekarang bulan puasa," terang Samsuri. Dikatakan pula kondisi nelayan Air Kubing saat ini dalam keadaan paceklik.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami