Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Puluhan Petani Dompa dan LSM Protes Investor BIP

Rabu, 10 Oktober 2012, 21:26 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ratusan petani dari Kelompok Tani Dompa, Banjar Buana Gubug, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (10/10/2012) mendatangi Kantor DPRD Bali di Renon Denpasar.

Kedatangan ratusan petani tersebut untuk mengadu ke pihak dewan terkait dengan penggusuran para petani oleh PT Citra Tama Selaras dan anaknya PT Jimbaran Hijau. Kedatangan ratusan petani tersebut diadvokasi oleh sebuah LSM Jaringan Reformasi Rakyat (Jarak) yang beralamat di Jalan Danau Tempe 30 Denpasar Bali.

Ketua Dewan Kebijakan Pusat LSM Jarak Wayan Sumardika menjelaskan, advokasi yang diberikan kepada ratusan petani tersebut dilakukan setelah timnya benar-benar mempelajari kasus yang dihadapi oleh ratusan petani di Jimbaran. Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh investor yakni PT Citra Tama Selaras dan PT Jimbaran Hijau, sungguh tidak manusiawi.

"Bagaimana mungkin petani mau digusur, disuruh pindah tanpa ada koordinasi dan musyawarah bersama. Mestinya hal seperti ini bisa didiskusikan sekalipun selama ini investor yang bayar pajak. Petani berhak untuk hal itu karena investor tidak boleh sewenang-wenang," ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Dompa, I Nengah Netra saat ditemui di sela-sela unjukrasa menjelaskan, petani yang akan digusur berjumlah 197 petani. Tanah yang digarap petani adalah lahan kering yang telah dikuasai secara fisik secara turun-temurun lebih dari 100 tahun. Selama ini petani pun membayar pajak sebagaimana adanya."Tiba-tiba dalam waktu singkat, PT Citra Tama Selaras dan PT Jimbaran Hijau sudah memiliki sertifikat hak guna bangunan (HGB) atas tanah yang secara fisik masih dikuasai oleh ratusan petani tersebut.

 

 

Kami tidak peduli mau ada Keppres atau apa pun, kami mohon hal ini didiskusikan dulu dengan ratusan petani," ujarnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami