Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Lagi, Napi Narkoba LP Kerobokan Tewas

Rabu, 21 November 2012, 19:54 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Napi LP Kerobokan Bali kembali menemui ajal. Kali ini, napi bernama Agus Riadi ini tewas akibat sesak nafas dan dikabarkan tewas karena over dosis narkoba.

Kepala Lapas Kerobokan, I Gusti Ngurah Wiratna menyatakan, Agus Riyadi tewas akibat sesak nafas. "Kabar tewasnya napi memang benar. Semalam, pukul 23.45 WITA dia sesak nafas, kita bawa pakai ambulance ke RSUP Sanglah," kata Wiratna saat dihubungi, Rabu (21/11/2012).

Wiratna mengaku belum bisa memastikan informasi yang menyebut tewasnya mantan anggota Densus 88 itu karena over dosis narkoba. "Saya belum terima medical record dari rumah sakit. Sementara informasi yang bisa saya sampaikan dia meninggal karena sesak nafas," jelasnyanya.

Menurut Kalapas, dari hasil pemeriksaan, pada jasad Riyadi tidak ditemukan ciri-ciri orang over dosis. Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Sanglah, dr. Dudut Rustyadi mengatakan, dari hasil pemeriksaan fisik tidak ditemukan luka akibat kekerasan pada tubuh Riyadi.

"Tidak ada luka, tidak ditemukan luka," kata Dudut. Soal dugaan over dosis, Dudut mengatakan tidak bisa memastikan hal itu. "Saya tidak bisa memastikan hal itu karena tidak ada permintaan pemeriksaan dari polisi. Kalau ada permintaan, akan diambil darahnya dan dicek di laboratorium," kata Dudut. Agus Riadi sempat membuat heboh LP Kerobokan beberapa waktu lalu saat pasukan Badan Narkotika Nasional (BNN) ingin menangkapnya. Agus Riadi diduga masih mengendalikan perdagangan narkoba dari dalam lapas terbesar di Bali itu.

Bekas anggota Densus 88 kemudian melakukan perlawanan, sehingga menimbulkan kericuhan besar di dalam LP. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami