Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




17 Kelian Dusun Apresiasi Kontrak Politik KMPB

Minggu, 24 Maret 2013, 15:12 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Sebanyak 17 Kepala Dusun/Kelian Banjar di lingkungan Desa Seraya Barat dan Seraya Tengah, Karangasem, mengapresiasi langkah Koalisi Masyarakat untuk Pilgub Bali (KMPB) yang mengajak masyarakat untuk lebih cerdas memilih pemimpin ke depan, agar para pemimpin yang berkomitmen dan satya wacana lah yang terpilih, bukan sebaliknya.

Antara lain dengan meminta komitmen tertulis atau kontrak politik, bila perlu di depan notaris tentang apa yang mereka wacanakan, yang kesannya akan memihak dan memperhatikan rakyat kecil. Kalau tidak ada komitmen tertulis, sebaiknya hati-hati memberikan pilihan, karena sudah banyak pengalaman,setelah duduk di pemerintahan, sebagian  dari elit politik tersebut mengingkari janji-janjinya.

Ada yang menghindar dari masyarakat, mematikan HP, mengganti nomor HP,dan halangan-halangan lainnya untuk mengakses mereka. Namun, rakyat tidak boleh kapok memilih, tetapi mesti lebih cerdas membuat komitmen, agar memberikan manfaat positif bagi pemilih maupun yang dipilih.

Para Kadus/Klian Banjar itu menegaskan dukungan itu dalam dialog dengan Anggota DPD RI Wayan Sudirta, Ketua KMPB Putu Wirata Dwikora dan Wakil Ketua KORdEM Bali Made Dewantara Endrawan, di Padangkerta, Karangasem, Sabtu (23/3). Aspirasi serupa disampaikan oleh warga Br. Bumiayu, Denpasar, dalam dialog beberapa hari sebelumnya.

Komitmen Politik tertulis ini semakin menjadi kebutuhan akar rumput, tidak hanya untuk memilih gubernur, tetapi juga ketika  memilih bupati, anggota DPR, DPD dan DPRD. Menariknya, sudah ada sejumlah elit politik dan elemen-elemen masyarakat berkonsultasi dengan KMPB, bagaimana caranya mengikatkan diri dalam komitmen tertulis, agar isinya benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat dan komitmen para kandidat.

 

 

Imbuh Putu Wirata, masyarakat rupanya sangat berkepentingan untuk memiliki pemimpin, mulai dari gubernur, bupati, DPR, DPD dan DPRD, yang komitmennya jelas, termasuk dalam perjuangan untuk otonomi khusus Bali, tata ruang Bali dan bhisama kesucian pura, pencegahan dan pemberantasan korupsi, pembelaan tanah-tanah adat dan laba pura, menjaga pariwisata dan tenaga kerjanya, para guide non diploma, dan sebagainya.

Untuk menjaga dan mengembangkan Bali ke depan menjadi lebih baik dan tetap melestarikan alam, budaya, tataruang dan manusianya, diperlukan pemimpin yang komitmennya jelas, bukan pemimpin yang korup dan mengumbar janji, yang akhirnya diingkari. Kontrak Politik tertuis merupakan sebagian besar dari jalan keluar, agar wacana-wacana yang dilontarkan bisa ditepati dan ditagih. "Jangan sampai komitmennya menyatakan menghargai keseteraan misalnya, tapi besok-besok ternyata tidak menghargai Bhisama PHDI tentang kesetaraan sadhaka, sebagai misal, tanpa bermaksud  menunjuk kandidat manapun," imbuh Putu Wirata.

Koalisi independen yang dipimpinnya telah berkali-kali turun ke desa adat, selain didatangi warga ke poskonya di Denpasar, untuk menyerap aspirasi masyarakat yang mau dititipkan dalam kontrak politik yang nantinya ditawarkan kepada para kandidat gubernur. 

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami