Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Lembaga Penyiaran Asing Dominasi Kebutuhan Informasi Masyarakat Perbatasan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Ketua Komisi penyiaran Indonesia (KPI) Mochamad Riyanto mengatakan hingga saat ini lembaga penyiaran asing mendominasi pemenuhan kebutuhan informasi bagi masyarakat Indonesia di daerah perbatasan.
Kondisi ini terjadi di 12 titik daerah perbatasan Indonesia mulai dari daerah Bengkalis, perbatasan dengan Timur Leste di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan hingga Papua. Hal tersebut disampaikan dalam keteranganya di sela-sela kegiatan Hari Penyiaran Nasional ke-80 dan Rapat Koordinasi Nasional KPI 2013 di Nusa Dua (1/4/2013).
Menurut Riyanto, dominasi siaran dari lembaga penyiaran asing di daerah perbatasan terjadi karena lembaga penyiaran Indonesia belum mampu menjangkau daerah perbatasan.
Apalagi lembaga penyiaran swasta enggan untuk membangun stasiun siaran di daerah perbatasan dengan alasan daerah perbatasan tidak potensial secara ekonomi. “persoalannya dianggap tidak potensial secara ekonomi, itu yang harus ada kewajiban CSR, yang kedua kita dorong peran lembaga penyiaran komunitas dan sekaligus peran lembaga penyiaran public , supaya masuk disana, dan itu menjadi tanggungjawab negara” ujar Mochamad Riyanto.
Mochamad Riyanto menambahkan KPI selama ini mencoba mendorong lembaga penyiaran untuk bisa memperluas jaringan siar hingga ke daerah perbatasan. KPI dan pemerintah juga mendorong terbangunnya lembaga penyiaran komunitas di daerah perbatasan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 834 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 714 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 536 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 515 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik