Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Dinas Kehutanan Hentikan Penyadapan Getah Pinus
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Renon. Dinas Kehutanan Bali dan Perhutani Jawa Timur sepakat untuk menghentikan sementara kegiatan penyadapan getah pinus di kawasan pengelolaan hutan (KPH) Bali Timur. Kesepakatan penghentian dilakukan setelah dilakukannya kegiatan pada tahun pertama. padahal menurut kesepakatan kerjasama kegiatan penyadapan getah pinus di kawasan hutan lindung terhadap 33 ribu pohon pinus pada lahan seluas 5 hektar berlaku selama 5 tahun.
Kepala Dinas Kehutanan Bali I Gede Nyoman Wiranatha dalam keteranganya di Renon (23/4/2013) mengatakan penghentian dilakukan karena dari 114 ton pertahun target produksi yang diharapkan yang terealisasi hanya 33 ton pertahun. Selain itu jumlah penyadap juga sangat terbatas.
“tenaga penyadap yang belum sepenuhnya memenuhi target, yang seharusnya 75 orang yang diperlukan baru mencapai 23 orang, ini hasil produksi jelas tidak sesuai dengan yang diharapkan, disamping itu kendala-kendala musim terlalu dingin, kemarin anomaly musim terlalu berat” ujar Gede Nyoman Wiranatha.
Gede Nyoman Wiranatha menegaskan sebelumnya Dinas Kehutanan Bali dan Perhutani Jawa Timur bekerja sama untuk melakukan penyadapan getah pinus dengan melibatkan masyarakat disekitar hutan guna membantu ekonomi masyarakat di sekitar hutan KPH Bali Timur. Kerjasama ini juga bertujuan untuk menghindari alih fungsi lahan hutan pinus menjadi lahan tanam rumput gajah yang dilakukan oleh masyarakat sekitar hutan.(mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3809 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1753 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang