Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ajaib, Bayi di Luar Rahim Lahir Selamat

Negara

Minggu, 12 Mei 2013, 22:12 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Bayi dari pasangan Misnuri (42) dan Lilik Erna (35) dari Pulukan Pekutatan termasuk ajaib. Pasalnya bayi ini selama di dalam perut berada di luar rahim atau kandungan. Bayi ini lahir dengan selamat dengan cara operasi Sabtu (11/5) sore di RSUD Negara. Demikian juga ibunya juga selamat dan kini masih dirawat di RSUD Negara.

Misnuri yang seorang wiraswasta ini ditemui di RSUD Negara Minggu (12/5)  mengatakan dirinya tidak tahu jika istrinya hamil di luar kandungan atau rahim.”Memang selama kehamilan dia sering mengeluh nyeri bahkan sudah pernah di opname namun kami tidak tahu kalau bayi berada di luar kandungan,”jelasnya.

Istrinya pernah di USG namun diketahui hamil dengan tumor rahim sejak umur kehamilan 14 minggu di dokter spesialis. Pihaknya tidak tahu kapan kehamilannya ini mulai dan dari hasil USG diperkirakan lahir tanggal 28 Mei.

Ketua Tim medis RSUD Negara dr Made Agus Supriatmaja,SpOG mengatakan kejadian ini memang langka dan ini merupakan suatu mukjizat. “Dulu tahun 2003 memang pernah ada yang seperti ini,namanya kehamilan abdominal,”jelas Agus.

Agus juga mengatakan saat pasien datang dilakukan pemeriksaan USG dan didapatkan kondisi kesejahteraan janinnya menurun dan ditandai dengan jumlah air ketuban sedikit dan keruh serta pertumbuhan janinnya terganggu.

Berat bayi tersebut berkisar 2,1 kilo gram berjenis kelamin perempuan dari operasi yang dilakukan tim. Dokter.

Dari operasi tersebut didapatkan uterus (rahim) ukuran 14-16 minggu.Tampak kehamilan di belakang rahim janin terbungkus selaput ketuban dan plasenta. Namun bayi yang lahir pukul 18.20 dengan berat 2100 gram itu mengalami kelainan pada tulang kepala akibat penekanan tulang belakang ibu pada bagian belakang dan rahim di bagian depannya.

Agus juga menjelaskan kehamilan abdominal ini merupakan bagian dari kehamilan ekstrauterin atau kehamilan ektopik yaitu ovum (sel telur) yang dibuahi berimplementasi pada jaringan selain dinding rahim.

 



Faktor resiko dari kehamilan abdominal ini diantaranya penyakit radang panggul, pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim dan kontrasepsi hormonal,riwayat operasi saluran telur,riwayat keguguran,riwayat dan dalam pengobatan infertilitas dan endometriosis.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami