Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pisang
Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kesabaran warga Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel tampaknya sudah habis. Pasalnya jalan jebol yang menggerus jembatan sejak dua bulan lalu tidak kunjung diperbaiki, warga pun kesal dan menanam pisang di tengah jalan, Minggu (19/5).
Jebolnya jalan di atas jembatan tersebut sebenarnya sudah dilaporkan oleh pihak Desa setempat. Namun tidak ada tanggapan ataupun reaksi dari pemerintah daerah.
“Kami sudah berkali-kali bersurat ke pemerintah daerah, meminta agar jalan yang jebo diatas jembatan ini segera diperbaiki,” jelas Perbekel Desa Riang Gede Dewa Arya.
Namun hingga kini, jalan di jembatan itu tetap jebol yang sangat mengganggu lalu lintas.
Apalagi ketika ada warga yang melangsungkan upacara pengabenan yang harus melewati jembatan tersebut terpaksa harus melepas bambu penggotong wadah agar bisa lewat.
“Kesabaran warga kami mungkin sudah habis, yang dilampiaskan dengan menanam pohon pisang,” tandasnya.
Sementara itu beberapa warga mengaku terpaksa melakukan aksi tanam pohon di jalan jembatan yang rusak karena tidak perbaikan dari pemerintah.
“Waktu ini sempat diukur beberapa kali, tapi hingga kini tak kunjung diperbaiki,”jelas salah satu warga kesal.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2290 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1844 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1025 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun