Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
PAS Yakin Menang, Tantang Pasti-Kerta Hitung Ulang
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berdasarkan C1 otentik bukti yang ditemukan tim hukum, PDIP semakin yakin pasangan AA.Ngurah Puspayoga-Dewa Sukrawan (PAS) memenangi Pilgub Bali dengan selisih 1.835 suara.
Ketua Tim hukum DPP PDIP, Arif Wibowo menyatakan berdasarkan bukti otentik C1 yang ditemukan oleh tim kecilnya yaitu Arteria Dahlan, Arif Wibowo dan Sidharta Danu Subroto menyebutkan bahwa PAS unggul di 6.371 TPS seluruh Bali.
"Setelah berhari-hari uji validasi PAS dan di cek berulang-ulang, penghitungan C1 yang ditentukan di 6.371 TPS se-Bali dan sesuai basis C1 kita menghitung dengan seksama bahwa PAS yang memenangkan Pemilukada," ujar Arif dalam keterangan resminya di kantor DPD PDIP Bali, Rabu (22/05/2013),
Anggota DPR RI Fraksi PDI P, Arif Wibowo itu memaparkan bahwa jumlah suara dalam penghitungan suara di seluruh TPS untuk paket 1 yaitu paket PAS sebanyak 1.065.009 suara atau 50,04 persen.
Sementara, untuk paket Pastikerta sebanyak 1.063.174 suara atau setara 49,96 persen sehingga selisihnya mencapai 1.835 suara. "Setelah hari ini dilakukan uji validasi keakuratan dokumen C1 di 6371 TPS, kami meyakini pasangan PAS telah mengantongi suara mendekati 100 persen kebenaranya," ucapnya optimis.
Arif yang didampingi petinggi DPP dan DPD PDIP Bali lainnya mengaku untuk memeriksa keaslian formulir C1 di seluruh kabupaten kota, PDIP mengerahkan 30 relawan dari mahasiswa. PDIP, kata Arif. tidak mau gegabah menyampaikan hasil rekapitulasi perolehan suara di 57 kecamatan sebagaimana disampaikan pihak lawan yang dengar serta merta mengklaim kemenangan.
"Yang hitung perolehan suara PAS lebih unggul adalah mahasiswa yang independen. Masalahnya, sampai hari ini KPU belum mengumumkan secara resmi apakah rekapitulasi penghitungan surat suara sudah berjalan baik dan benar atau tidak," tegasnya.
Keunggulan paket PAS juga disampaikan oleh Arteria Dahlan selaku tim advokasi PDIP dengan membeberkan adanya temuan-temuan pelanggaran di lima kabupaten/kota seperti money politic atau politik uang yang dilakukan tim lawan.
"JKBM dijadikan alat intimidasi yaitu jika kalah maka JKBM akan dihentikan, bedah rumah, sembako, beasiswa, black campaign berupa isu jika tim pasangan PAS menang maka akan terjadi pengislaman di pulau Bali," bebernya.
Hingga saat ini, PDI Perjuangan akan terus berupaya meluruskan hasil rekapitulasi yang ada saat ini masih belum final dan saling klaim dari para kandidat.
"Selisih tipis memang betul dan wajib pembuktiannya. Saya keliling sehingga saya berani pastikan siapa bermain akan ketahuan," tutupnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang