Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




SBY Berharap PKB Jadi Wahana Apresiasi Budaya Internasional

denpasar

Sabtu, 15 Juni 2013, 07:00 WITA Follow
Beritabali.com

google/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-35 secara resmi dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pembukaan pesta kesenian tahunan di Bali itu ditandai dengan pemulukan kulkul oleh SBY di panggung terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Sabtu (15/6/2013) malam.

SBY berharap PKB bisa menjadi ajang apresiasi budaya bertaraf internasional. PKB, menurutnya jangan hanya jadi ajang menampilkan puncak budaya dan kreativitas masyarakat Bali, tetapi juga masyarakat Nusantara. PKB juga sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa majemuk yang tetap menghormati perbedaan.

"Kepada peserta saya harapkan menjadikan PKB wahana  apresiasi budaya bertaraf internasional sekaligus memajukan persahabatan dan kemitraan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia," kata SBY, dalam pidatonya di panggung terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Sabtu (15/6/2013) malam.

SBY dalam sambutannya juga menyatakan, PKB ke-35 yang bertema 'Taksu Membangkitkan Daya Seni Kreatif dan Jati Diri' adalah tema yang tepat di tengah dinamika kehidupan masyarakat Bali. Tema ini bisa memberi dorongan semangat dan motivasi kepada seniman dan budayawan serta masyarakat luas agat terus berkreasi dan melestarikan seni budaya bangsa.

"Dari sembilan kali saya membuka PKB, saya mempunyai kesan tampilan seni dan budaya Bali semakin indah, menarik, sarat pesan moral. PKB dari tahun ke tahun makin meriah dan suskes. Terima kasih seniman, budayawan dan masyarakat Bali. Kami semua bangga," ucap SBY.

SBY mengingatkan betapa pentingnya melestarikan seni dan budaya Nusantara di tengah kehidupan modern yang dinamis. Menurutnya, makin intens interaksi dengan globalisasi justru upaya pelestarian seni dan budaya makin penting. Kemajemukan bangsa dan perbedaan di satu sisi, katanya mesti dilihat sebagai rahmat.

Namun di sisi lain perbedaan itu harus dikelola dengan arif agar tidak timbul hal-hal yang merugikan bangsa seperti perpecahan.

"Kita semua wajib menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman. Bangsa ini harus tegas dan keras kepada siapa yang merusak kerukunan dan toleransi.
Semua pemimpin punya tanggung jawab menjaga kerukunan dan toleransi," pintanya.

Usai memberi sambutan, SBY secara resmi membuka PKB ke-33 dengan pemukulan kulkul. Kulkul atau kentongan, bagi masyarakat Bali merupakan alat komunikasi masyarakat yang menjembatani komunikasi manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam dan manusia dengan sesamanya. Pemukulan kulkul sebagai simbolisasi dibukanya PKB diharapkan mampu membentuk dan mempupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Pembukaan PKB yang juga dihadiri para pejabat pemerintah pusat dan daerah serta ribuan penonton yang memadati panggung terbuka Ardha Candra diisi dengan pementasan oratorium berjudul 'Garuda Digjaya Mahambara' yang dibawakan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Kisah yang diangkat tersebut merupakan cerita bingkai dari episode Adi Parwa dalam epos Mahabharata yang menuturkan tentang Sang Garuda, burung agung yang perkasa dan berwatak luhur. (dws)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Diskominfo Buleleng



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami