Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
SBY Berharap PKB Jadi Wahana Apresiasi Budaya Internasional
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-35 secara resmi dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pembukaan pesta kesenian tahunan di Bali itu ditandai dengan pemulukan kulkul oleh SBY di panggung terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Sabtu (15/6/2013) malam.
SBY berharap PKB bisa menjadi ajang apresiasi budaya bertaraf internasional. PKB, menurutnya jangan hanya jadi ajang menampilkan puncak budaya dan kreativitas masyarakat Bali, tetapi juga masyarakat Nusantara. PKB juga sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa majemuk yang tetap menghormati perbedaan.
"Kepada peserta saya harapkan menjadikan PKB wahana apresiasi budaya bertaraf internasional sekaligus memajukan persahabatan dan kemitraan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia," kata SBY, dalam pidatonya di panggung terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Sabtu (15/6/2013) malam.
SBY dalam sambutannya juga menyatakan, PKB ke-35 yang bertema 'Taksu Membangkitkan Daya Seni Kreatif dan Jati Diri' adalah tema yang tepat di tengah dinamika kehidupan masyarakat Bali. Tema ini bisa memberi dorongan semangat dan motivasi kepada seniman dan budayawan serta masyarakat luas agat terus berkreasi dan melestarikan seni budaya bangsa.
"Dari sembilan kali saya membuka PKB, saya mempunyai kesan tampilan seni dan budaya Bali semakin indah, menarik, sarat pesan moral. PKB dari tahun ke tahun makin meriah dan suskes. Terima kasih seniman, budayawan dan masyarakat Bali. Kami semua bangga," ucap SBY.
SBY mengingatkan betapa pentingnya melestarikan seni dan budaya Nusantara di tengah kehidupan modern yang dinamis. Menurutnya, makin intens interaksi dengan globalisasi justru upaya pelestarian seni dan budaya makin penting. Kemajemukan bangsa dan perbedaan di satu sisi, katanya mesti dilihat sebagai rahmat.
Namun di sisi lain perbedaan itu harus dikelola dengan arif agar tidak timbul hal-hal yang merugikan bangsa seperti perpecahan.
"Kita semua wajib menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman. Bangsa ini harus tegas dan keras kepada siapa yang merusak kerukunan dan toleransi.
Semua pemimpin punya tanggung jawab menjaga kerukunan dan toleransi," pintanya.
Usai memberi sambutan, SBY secara resmi membuka PKB ke-33 dengan pemukulan kulkul. Kulkul atau kentongan, bagi masyarakat Bali merupakan alat komunikasi masyarakat yang menjembatani komunikasi manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam dan manusia dengan sesamanya. Pemukulan kulkul sebagai simbolisasi dibukanya PKB diharapkan mampu membentuk dan mempupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
Pembukaan PKB yang juga dihadiri para pejabat pemerintah pusat dan daerah serta ribuan penonton yang memadati panggung terbuka Ardha Candra diisi dengan pementasan oratorium berjudul 'Garuda Digjaya Mahambara' yang dibawakan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Kisah yang diangkat tersebut merupakan cerita bingkai dari episode Adi Parwa dalam epos Mahabharata yang menuturkan tentang Sang Garuda, burung agung yang perkasa dan berwatak luhur. (dws)
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan