Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ribuan Lembar Uang Diragukan Keasliannya Beredar di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bank Indonesia Denpasar melansir hingga pertengahan Juli 2013 terdapat 2141 pecahan uang lembar yang diragukan keasliannya dan 97 persen berupa pecahan Rp 100 ribu.
Pimpinan Bank Indonesia Dwi Pranoto menyatakan beredarnya uang palsu itu meningkat sebesar 0,003 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 1386 lembar dan juga didominasi pecahan 100 ribu.
"Kami dari BI tidak bisa mengatakan nominalnya karena memang itu bukan uang asli tetapi keaslian sangat diragukan. Untuk itu kami menghimbau masyarakat agar ikut berpartisipasi untuk melaporkan bila melihat dan mengalami keaslian uang di masyarakat," ujar Pranoto, dalam keterangan resminya di Kantor BI Denpasar, Kamis (18/7/2013).
Pranoto mengakui jika edukasi dan sosialisasi terhadap pengenalan uang asli dengan cara dilihat, diraba, diterawang (3D) di masyarakat luas belum maksimal. Menurutnya, untuk masyarakat kelas menengah ke atas mungkin hal itu tidaklah terlalu sulit, tapi untuk kelas menengah ke bawah tentu saja edukasi dan sosialisasi harus terus menerus dilakukan.
"Belum lagi mengedukasi masyarakat bagaimana cara memperlakukan uang dengan baik dan benar. Ini tentu saja masih banyak yang belum paham sekalipun masyarakat kelas menengah keatas karena perilaku ini banyak yang belum tahu,"jelasnya.
Dalam memperlakukan uang, Pranoto meminta masyarakat hendaknya jangan dilipat, jangan diremas, jangan distreples, namun diletakan dengan baik di dompet. Salah satu solusi untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam transaksi menurutnya adalah melakukan sistem pembayaran non tunai seperti kartu debet, kartu kredit, mobile banking, SMS banking, internet banking dan lainnya.
Untuk mendukung hal itu, Bank Indonesia, kata Pranoto telah memperluas cakupan wilayah pelayanan non tunai dengan menggunakan alat pembayaran non tunai di tempat-tempat umum seperti SPBU, jalan tol, minimarket dan lainnya. "Kami menghimbau agar warga Bali hati-hati melakukan berbagai transaksi dengan uang dalam jumlah banyak," pintanya. (dws)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan