Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Ribuan Lembar Uang Diragukan Keasliannya Beredar di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bank Indonesia Denpasar melansir hingga pertengahan Juli 2013 terdapat 2141 pecahan uang lembar yang diragukan keasliannya dan 97 persen berupa pecahan Rp 100 ribu.
Pimpinan Bank Indonesia Dwi Pranoto menyatakan beredarnya uang palsu itu meningkat sebesar 0,003 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 1386 lembar dan juga didominasi pecahan 100 ribu.
"Kami dari BI tidak bisa mengatakan nominalnya karena memang itu bukan uang asli tetapi keaslian sangat diragukan. Untuk itu kami menghimbau masyarakat agar ikut berpartisipasi untuk melaporkan bila melihat dan mengalami keaslian uang di masyarakat," ujar Pranoto, dalam keterangan resminya di Kantor BI Denpasar, Kamis (18/7/2013).
Pranoto mengakui jika edukasi dan sosialisasi terhadap pengenalan uang asli dengan cara dilihat, diraba, diterawang (3D) di masyarakat luas belum maksimal. Menurutnya, untuk masyarakat kelas menengah ke atas mungkin hal itu tidaklah terlalu sulit, tapi untuk kelas menengah ke bawah tentu saja edukasi dan sosialisasi harus terus menerus dilakukan.
"Belum lagi mengedukasi masyarakat bagaimana cara memperlakukan uang dengan baik dan benar. Ini tentu saja masih banyak yang belum paham sekalipun masyarakat kelas menengah keatas karena perilaku ini banyak yang belum tahu,"jelasnya.
Dalam memperlakukan uang, Pranoto meminta masyarakat hendaknya jangan dilipat, jangan diremas, jangan distreples, namun diletakan dengan baik di dompet. Salah satu solusi untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam transaksi menurutnya adalah melakukan sistem pembayaran non tunai seperti kartu debet, kartu kredit, mobile banking, SMS banking, internet banking dan lainnya.
Untuk mendukung hal itu, Bank Indonesia, kata Pranoto telah memperluas cakupan wilayah pelayanan non tunai dengan menggunakan alat pembayaran non tunai di tempat-tempat umum seperti SPBU, jalan tol, minimarket dan lainnya. "Kami menghimbau agar warga Bali hati-hati melakukan berbagai transaksi dengan uang dalam jumlah banyak," pintanya. (dws)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang