Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kasus Gigitan Anjing di Bali Masih Tinggi

Sabtu, 20 Juli 2013, 16:26 WITA Follow
Beritabali.com

google/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bali menunjukkan kasus gigitan anjing di Bali masih tinggi. Dimana selama Januari hingga Juli tahun ini jumlah kasus gigitan anjing di Bali mencapai 33.000 kasus. Sedangkan pada tahun lalu jumlah gigitan anjing di Bali mencapai 56.000 kasus.
 
Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya dalam keteranganya di Denpasar (20/7/2013) mengatakan dari 33.000 kasus gigitan anjing yang terjadi di Bali 10 persen merupakan kasus gigitan di daerah beresiko, seperti daerah tangan dan kepala sehingga rawan terjadi penularan rabies.

Sebagai antisipasi penularan rabies pada manusia akibat gigitan anjing, Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah menyiapkan stok vaksin anti rabies (VAR) dan serum anti rabies (SAR)
 


“stok VAR kita cukup kok, kurang lebih 19.000 vial, masih sisa, SAR kita masih ada 300 vial lebih tetapi kita sudah minta juga kepada Kemenkes untuk membantu lagi kekurangan itu, karena kita memprediksi kasus gigitan masih sekitar seratusan perhari, sehingga sebulan bisa 3000 kasus gigitan,” ujar Ketut Suarjaya.
 
Ketut Suarjaya menyebutkan tingginya kasus gigitan anjing di Bali menunjukkan bahwa masih banyaknya anjing liar dan anjing yang diliarkan di Bali. Dimana kasus gigitan paling banyak terjadi di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. (mlt)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami